Beranda Pendidikan Usai Belajar Media Online dan Media Sosial, Puluhan Pemuda Lampung Siap Berbagi...

Usai Belajar Media Online dan Media Sosial, Puluhan Pemuda Lampung Siap Berbagi yang Baik

338
BERBAGI

TERASLAMPHNG.COM — Sejak Kamis  hingga Sabtu (14-16/12/2017) 30 anak muda se Provinsi Lampung mengikuti pelatihan tentang pemanfaatan media online dan media sosial di di Hotel Arnes, Bandarlampung.

Kegiatan yang dihelat Dispora Provinsi Lampung itu melahirkan kesepakatan  untuk mewujudkan komitmen berbagi informasi yang positif.  Komitmen itu diberi tajuk “Ayo Berbagi yang Baik”.

Sabiqul Iman dari Digital Project dalam paparannya bahwa Gerakan Ayo Berbagi Yang Baik sesungguhnya menjadi kebutuhan  generasi milenial hari ini.

“Konten harus baik, valid, benar dan bermanfaat. Sumber informasi harus jelas,tak simpang siur,”kata Sabiq.

Selain itu, kata Sabiq,pemuda masa kini harus melek media atau bahasa yang lain, harus mengimplementasikan tentang literasi media.

“Di tengah-tengah badai informasi, data, berita yang beredar saban waktu tak mengenal batas, pemuda zaman now harus mulai menjalankan literasi media. Yakni bagaimana agar pemuda menelaah secara kritis atas sajian dan dampak media, sehingga pemuda mampu mengambil sikap yang positif dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan disekitarnya, atas sajian-sajian media yang ada” tutur Sabiq.

Dalam pembukaan acara, Ketua Bidang Pelayanan Pemuda, Catur Agus Dewanto, pada sambutannya mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung, berpesan agar anak-anak muda lebih bijak berinteraksi di dunia online/digital.

“Undang-undang ITE menjadi rambu-rambu agar kita semua terutama para pemuda lebih bijak menggunakan media sosial untuk berinteraksi, jangan sampai ada konsekuensi hukum dikemudian hari,” kata Wakil Ketua Dewan Ambalan Kwarda Lampung.

Selain Sabiqul Iman dari Digital Project yang menjadi narasumber, terdapat pula Asep Muzaki Senafal, pegiat komunitas TDA (Tangan Di Atas) yang juga pemilik usaha kuliner Alas Cobek dan Ayam Bakar Pak Ndut, serta beberapa nara sumber yang lain.

Menariknya, selama tiga hari pelatihan, seluruh peserta diwajibkan membuat konten video dari gadget yang mereka miliki dan diunggah di masing-masing akun media sosial mereka sebagai syarat mendapatkan sertifikat.

“Silakan jika ingin melihat dan menikmati konten video dari peserta dapat mencari di kolom search atau pencarian pada akun instagram dengan tanda pagar atau hashtag #disporalampung. Disitu akan terlihat video-video karya pemuda yang menjadi peserta pelatihan,” kata Abdi Hartono, Kasi Penyadaran Pemuda, Dispora Provinsi Lampung.

“Mereka hanya menggunakan handphone android, dengan editing di hape mereka, nyatanya bisa menghasilkan karya yang bermanfaat,” kata Abdi.

Sementara itu, menurut Selviana Larasati, salah satu peserta pelatihan dari Kabupaten Pringsewu, bahwa ia merelakan waktunya selama tiga hari untuk belajar bagaimana berinteraksi di media online, tidak saja agar menambah kebaikan dan amal jariah, namun tentu juga agar media online bisa menghasilkan rupiah.

“Terimakasih Dispora Lampung,” pungkasnya.

Loading...