Beranda News Nasional Usai Diserang Teroris MIT, Polri Tidak Tambah Personel Satgas Tinombala

Usai Diserang Teroris MIT, Polri Tidak Tambah Personel Satgas Tinombala

246
BERBAGI
Jenazah Mohammad Syaiful Modori diterbangkan ke Pandeglang Banten, untuk dimakamkan di kampung halamannya, Sabtu (14/12/2019). Foto: kompas.com

TERASLAMPUNG.COM — Kepolisian Republik Indonesia atau Polri tidak akan menambah personel Satgas Tinombala meskipun baru saja diserang kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang menewaskan anggota Brimob bernama Bharatu Muhamad Saepul.

“Untuk kekuatan Satgas Tinombala masih seperti kemarin ya, belum ada penambahan, tetapi hanya kewaspadaan saja yang ditingkatkan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra, Senin (16/12).

Kombes Pol Asep Adi Saputra mengimbau agar Satgas Tinombala meningkatkan kewaspadaan, setelah terjadinya serangan kelompok teroris MIT pada Jumat 13 Desember 2019 kemarin di salah satu masjid di Desa Salubanga Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Ada lima orang teroris MIT yang menghujani peluru ke arah polisi dan warga yang baru saja selesai melakukan ibadah Salat Jumat di masjid. Sempat ada penyanderaan polisi dan warga oleh pelaku, namun tidak lama karena kelima pelaku langsung melarikan diri.

Asep mengatakan bahwa Satgas Tinombala akan diperpanjang masa tugasnya yang akan berakhir pada Desember 2019. Menurut Asep, Tim Satgas Tinombala akan terus memburu kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora yang bersembunyi di hutan daerah Sulawesi Tengah.

“Sementara ini, masih menggunakan waktu yang ada ya, perpanjangan nanti kita lihat,” katanya.

Asep mengakui meskipun Tim Satgas Tinombala sudah melakukan penyekatan pada jalur setapak yang kerap dilalui kelompok teroris MIT, namun masih ada beberapa area yang luput penjagaan, sehingga teroris tersebut kembali beraksi.

“Jadi ada blankspot area yang sekali lagi secara geografis susah dijangkau,” ujarnya.

Bisnis