Usai Konsumsi dan Transaksi Sabu, Kulup Dibekuk Polisi

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kapolsek Panjang AKP Aditya Kurniawan menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka Junaidi alias Kulup, saat ekspos kasus di Polsek Panjang, Minggu (15/11/2015).

BANDARLAMPUNG-Aparat Polsekta Panjang kembali meringkus Junaidi alias Kulup (34) pengedar sabu-sabu warga Kp Harapan Jaya, Kelurahan Panjang Selatan. Polisi menangkap Kulup, usai transaksi dan konsumsi sabu-sabu di Jalan Kp Ferry, Kelurahan Karang Maritim, Panjang, pada Selasa (10/11) lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolsekta Panjang, AKP Aditya Kurniawan mengatakan, sejak digelarnya Operasi Anti Narkotika (Antik) ke II, setelah sebelumnya  menangkap bandar ganja tersangka Nofiar Saipudan. Pihaknya kembali menangkap tersangka Junaidi alias Kulup pengedar sabu-sabu, tersangka ditangkap
usai bertransaksi dan mengkonsumsi sabu-sabu di wilayah Kampung Ferry, Kelurahan Karang Maritim, Panjang.

“Dari penangkapan tersangka, kami menyita satu paket J sabu, tiga paket kecil sabu, satu paket kecil sisa pakai sabu, satu buah pirex, sebilah senjata tajam jenis pisau lipat dan satu buah ponsel. Barang
bukti itu, kami temukan di saku celana tersangka,”kata Aditya kepada wartawan, Minggu (15/11).

Menurutnya, penangkapan tersangka Kulup, memang sudah menjadi target operasi (TO) pihaknya selama ini.

Aditya menuturkan, tersangka ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi bahwa di Kp Ferry, Karang Maritim ada seseorang yang sering bertransaksi narkoba diwilayah tersebut. Dari informasi itu, langsung ditindaklanjuti, lalu dilakukan penyelidikan di tempat yang dimaksud.

Dalam penyelidikan, lanjut Aditya, petugas mendapati tersangka Kulup sedang berada didepan rumah warga. Tersangka yang memang selama ini sedang dicari, dan sudah menjadi TO berusaha kabur melarikan diri ketika melihat petugas.

“Saat mau melarikan diri, petugas langsung menangkapnya. Tersangka Kulup ini, memang sangat licin dan sudah beberapakali akan ditangkap tersangka selalu berhasil lolos,”tuturnya.

Dari keterangan tersangka, Aditya mengutarakan, barang bukti sabu-sabu didapatkan tersangka dari seseorang berinisial Op di daerah Sukaraja. Satu J paket sabu, dibeli Kulup seharga Rp 1 juta, lalu sabu itu dipecah lagi dengan tersangka menjadi enam paket kecil.

Setelah dipecah, satu paket kecil sabu dijual tersangka seharga Rp 200 ribu, untuk paket sedang, dijual seharga Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

“Pengakuannya, baru sekitar enam bulan mengedarkan sabu-sabu. Tersangka mengedarkannya, di wilayah Panjang. Keuntungan dari jual sabu-sabu, dipakai untuk beli sabu dan untung pakai,”terangnya.

Mantan Kapolsek, Tanjungan, Lampung Selatan ini menambahkan, pihaknya masih mengembangkan kasusnya. Karena masih ada pengedar ataupun kurir, yang merupakan jaringan dari tersangka Kulup. Petugas saat ini masih memburu Op (DPO), diduga sebagai bandar atau pemasok barang haram
tersebut.

“Pasal yang kita sangkakan untuk menjerat tersangka, Pasal 112 ayat (1) sub Pasal 114 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Karena kedapetan memiliki dan menyimpan senjata tajam, tersangka kita jerat Pasal 2 ayat (1) UU darurat No 12 tahun 1951,”pungkasnya.