Beranda Hukum Kriminal Usai Pesta Ganja, Lima Pelajar Lamteng Dicokok Polisi

Usai Pesta Ganja, Lima Pelajar Lamteng Dicokok Polisi

217
BERBAGI
Lima pelajar laki-laki warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah saat digelandang anggota Polsek Pringsewu Kota ke Mapolres Tanggamus karena terlibat penyalahgunaan narkotika jenis ganja.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PRINGSEWU — Polsek Pringsewu Kota mengamankan lima pelajar asal Lampung Tengah terkait kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja, pada Sabtu 20 Oktober 2018 malam lalu sekitar pukul 22.40 WIB di Jalan Raya Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Kelima pelajar yang diamankan itu adalah, MR (15), RB (15), WA (16), FN (17) dan AH (17), kelimanya merupakan warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah.

Kasat Reserse Narkoba Polres Tanggamus, Iptu Anton Saputra mengatakan, kelima pelajar tersebut, diamankan saat petugas Polsek Pringsewu Kota tengah melaksanakan patroli malam di seputaran kompleks Perkantoran Pemkab Pringsewu, pada Sabtu 20 Oktober 2018 malam lalu.

“Petugas melihat satu unit kendaraan Toyota Avanza warna Silver BE 2132 GD, tiba-tiba langsung berbalik arah begitu melihat mobil patroli,”ujarnya, Rabu 24 Oktober 2018.

Merasa curiga dengan kendaraan tersebut, kata Iptu Anton Saputra, saat itu juga langsung dilakukan pengejaran hingga akhirnya dapat dihentikan petugas saat berada di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu. Di dalam kendaraan tersebut, didapati lima orang laki-laki masih usia remaja dan mereka mengaku masih berstatus pelajar.

“Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu paket kecil ganja terbungkus kertas putih di lantai mobil bagian tengah. Salah satu pelajar berinsial AH, mengaku ganja yang disita itu adalah sisa pakai dan kelima pelajar itu juga mengakui sebelumnya telah menggunakan dua linting ganja,”ungkapnya.

Barang bukti lain yang ditemukan di dalam mobil itu, yakni empat plastik minuman keras jenis tuak dan sobekan papir warna merah, korek api gas dan tiga butir pil merk Ifarsyl.

“Guna pengembangan penyidikan lebih lanjut, kelima pelajar tersebut dan barang bukti yang disita dibawa ke Mapolres Tanggamus,”bebernya.

Iptu Anton Saputra mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, kelima pelajar tersebut mengakui telah menggunakan ganja tersebut di dalam mobil. Barang haram (ganja) itu, dibeli mereka dari seorang pengedarnya di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah.

“Hasil tes urine, kelimanya positif mengkonsumsi narkotika jenis ganja. Saat ini, kasusnya masih kami kembangkan untuk memburu pemasok barang barang haram tersebut,”terangnya.

Akibat perbuatannya, kelima pelajar warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah tersebut saat ini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tanggamus dan terancam Pasal 111 dan 117 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Untuk penyidikan kelima pelajar yang masih dibawah itu, penyidik menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan menggandeng pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas),”pungkasnya.

Kapolres Tanggamus, AKBP I Made Rasma menuturkan, terkait diamankannya kelima pelajar warga asal Lampung Tengah terkait penyalahgunaan narkotika, pihaknya menghimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan dan pengecekan sejak dini terhadap anak-anaknya. Karena fakta otentik ini, bahwa peredaran narkoba tidak hanya dikalangan orang dewasa saja tapi sudah merambah kepada anak-anak dibawah umur dan berstatus pelajar.

“Saya menghimbau, agar para orang tua harus selektif melihat pergaulan anak-anaknya. Siapa saja temannya, bagaimana pergaulannya dan dimana tempat bermainnya (nongkrong). Karena mungkin saja, anak-anak belum tahu bagaimana bahaya narkoba itu,”Imbaunya.

Mengenai pencegahannya, kata AKBP I Made Rasma, dapat dilakukan dengan cara yang positif yakni memberikan kegiatan ekstrakurikuler sekolah, membuat seni kerajinan tangan dengan inovasi baru di era milenia ini atapun kegiatan hal positif lainnya sehingga anak-anak tidak ada waktu lagi bergaul ke arah yang tidak benar.

“Jadi berikan kesibukan anak dengan hobi yang positif, baik itu kegiatan belajar, olahraga , kesenian ataupun lainnya yang dapat menyita waktu anak agar tidak berfikir untuk pergi keluar dan main yang dapat berpengaruh ke hal negatif,”jelasnya.

Loading...