Beranda Hukum Kriminal Usai Tusukkan Bayonet, Fahrizal Tewas Dikeroyok Lalu Mayatnya Dibuang ke Comberan

Usai Tusukkan Bayonet, Fahrizal Tewas Dikeroyok Lalu Mayatnya Dibuang ke Comberan

528
BERBAGI
Rekonstruksi pembunuhan Farizal yang dikeroyok tujuh sopir.

TERASLAMPUNG.COM — Satreskrim Polresta Bandarlampung bersama Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Panjang menggelar rekonstruksi pembunuhan korban Fahrizal alias Ijal (34) di Pelabuhan Panjang, Kamis (11/8/2016). Rekonstruksi digelar di lapangan Tenis Mapolresta Bandarlampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya sengaja menggelar rekonstruksi pembunuhan ini dilakukan di Mapolresta untuk menjaga keamanan para tersangka.

“Ya kami tidak menggelar rekonstruksi ini di lokasi TKP, tidaklain demi kemanan para pelaku agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,”ujar Dery, Kamis (11/8/2016).

Ada tujuh tersangka yang ditangkap dalam kasus tersebut. Mereka adalah:  Erli Susanto (32), Sastra alias Sas (24), Muslimin Pratama (19), Sainudin (43), Suherman (34), Hengki Tornado (19) dan Rusmanto (28).

Sementara tiga tersangka lain belum tertangkap berinisial T, A dan J masih dalam pencarian. Selain ketujuh tersangka, polisi juga menghadirkan beberapa saksi, yakni Riko, Andreas, Samsul dan tiga orang petugas keamanan (Satpam) Pelabuhan Panjang.

 

Dikatakannya, ada sekitar 25 adegan yang diperagakan para tersangka pada gelar rekonstruksi pembunuhan tersebut. Pada saat gelar rekonstruksi digelar, ada adegan yang diperankan berbeda. Karena ada perbedaan keterangan, yakni antara keterangan saksi dan tersangka perbedaannya.

“Dari 25 adegan yang diperagakan, mulai terjadinya percekcokan dan penusukan korban kepada saksi terjadi pada adegan ke tiga. Hingga akhirnya korban tewas di keroyok para tersangka, dimulai pada adegan 12 hingga 20,”terangnya.

Pada saat digelar rokonstruksi pembunuhan, di saksikan oleh tiga orang jaksa dari Kacabjari Panjang.

Pada rekonstruksi tersebut, yakni dari awal mula kejadian tergambar, korban Farizal awalnya datang ke Pelabuhan Panjang mengendarai sepeda motor. Ditempat itu, Farizal bertemu dengan saksi Agam, Imron dan Epi. Lalu terjadi pertengkaran antara Farizal dengan Agam, tanpa basa-basi Farizal langsung mengeluarkan bayonet dan menusuk ke Agam.

Tusukan bayonet itu tidak mengenai Agam, lalu Agam melarikan diri dan Farizal mencoba mengejar Agam yang lari menuju kearah kantor pelayanan jasa. Namun Farizal, bertemu dengan Muslim di Kantin Pujasera.

Ternyata, Farizal menusukan bayonetnya ke Muslim tapi tidak kena dan Farizal mencoba menusuk kembali hingga akhirnya bayonet itu mengenai tusukan di dada Muslim. Merasa nyawanya terancam, Muslim mencoba menahan bayonet yang akan ditusukkan lagi hingga akhirnya tangan Muslim berdarah terkena sabetan Bayonet Farizal dan Farizal pun terjatuh.

Pada saat Farizal terbangun dan akan lari dengan sepeda motornya, tersangka J (DPO) keluar dari Kantin Pujasera dengan melemparkan dongkrak kearah korban hingga akhrinya korban terjatuh dari sepeda motornya.

Pada saat Farizal terjatuh itulah, para tersangka yang melihat temannya Muslim terkena tusukan, datang langsung mengroyok Farizal dengan pukulan, tendangan dan hantaman benda tumpul. Setelah Farizal tak berdaya, para tersangka membuang Farizal ke dalam comberan hingga akhirnya Farizal tewas.

Diberitakan sebelumnya, pengeroyokan yang berujung dengan tewasnya korban Fahrizal alias Ijal (34) terjadi di Pelabuhan Panjang, pada Minggu (15/5/2016) lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Korban Farizal tewas, akibat dikeroyok oleh para sopir truk Pelabuhan.

Dari kejadian tersebut, petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung bersama Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Panjang, berhasil meringkus tujuh tersangka, pada Selasa (19/4/2016) lalu. Polisi menangkap para tersangka, saat sedang nongkrong di Pelabuhan Panjang.