Beranda News Nasional Viral Pidato Mendikbud Nadiem Makarim: Singkat, Lugas, dan “Mak Jleb”

Viral Pidato Mendikbud Nadiem Makarim: Singkat, Lugas, dan “Mak Jleb”

176
BERBAGI
Salah satu pendiri yang juga CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.
Salah satu pendiri yang juga CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

TERASLAMPUNG.COM — Isi pidato Mendikbud Nadiem Makarim pada 25 November 2019 viral di media sosial (medsos) sejak dua hari terakhir. Padahal, naskah pidato itu baru akan dibacakan pada Hari Guru, Senin, 25 November 2019.

Warganet banyak memuji isi pidato Menteri Nadiem karena tidak bertele-tele, berasa orisinal, singkat, lugas, tetapi “mak jleb” alias mengena dan kontekstual.

Sebelum viral di medsos. Teks pidato Mendikbud Nadiem Makarim diunggah di laman resmi kemendikbud.

Nadiem memulai pidatonya dengan ucapan permohonan maaf karena pidato yang akan ia sampaikan sedikit berbeda dengan para pendahulunya.

“Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik… Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” tulis Nadiem.

Pada pidatonya, cucu tokoh pejuang Hamid Al Gadri itu itu berjanji tidak akan memberi janji kosong kepada ratusan guru.

Yang menarik dari isi pidato Nadiem, selain memberi apresiasi kepada para guru, Nadiem juga menegaskan pentingnya perubahan. Sebuah perubahan yang tidak berasal dari atas (top down), tetapi perubahan yang dimulai dari bawah, dari para guru itu sendiri.

Berikut ini isi pidato lengkap Mendikbud Nadiem Makarim pada Peringatan Hari Guru Nasional 2019:

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu…

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua, Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda.

Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan. Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia. Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama.

Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.
Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.

Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,

#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Santi Santi Santi Om, Namo Buddhaya, Rahayu.

Jakarta, 25 November 2019 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Nadiem Anwar Makarim

Loading...