Beranda Politik Pilpres 2019 Viral Situs Skandal Sandiaga, Seknas Jokowi: Itu Nodai Kampanye Damai

Viral Situs Skandal Sandiaga, Seknas Jokowi: Itu Nodai Kampanye Damai

257
BERBAGI
Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardy

TERASLAMPUNG.COM — Ajakan kampanye damai yang baru saja dideklarasikan pada Minggu, (23/9/2018) kemarin, dimana salah satu poinnya adalah ajakan untuk melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoaks, politisasi SARA, dan uang, tampaknya tidak disambut positif oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini terlihat viralnya sebuah website dengan nama skandalsandiagauno.com yang berisi berita-berita yang tidak senonoh, mengandung ujaran kebencian,dan menodai pelaksanaan kampanye damai yang sehat dan beradab. Dalam website tersebut cawapres Sandiaga Uno menjadi sasaran tembak dengan berita-berita miring yang tidak jelas kebenarannya.

Menanggapi hal ini Sekjen Seknas Jokowi, Dedy Mawardy,  menilai website tersebut adalah bentuk kampanye hitam yang sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana dan memprovokasi masyarakat di tengah ajakan kampanye damai yang telah dideklarasikan oleh kontestan Pemilu 2019 terutama koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dedy menilai website tersebut sengaja memantik opini publik bahwa yang melakukan serangan tersebut adalah kubu lawan dari Prabowo-Sandiaga. Hal ini jelas akan merugikan koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin yang secara jelas telah mengeluarkan imbauan untuk melakukan kampanye secara sehat dan beradab.

Bahkan jauh sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 ini, Presiden Jokowi telah menganjurkan para pendukungnya untuk tidak melakukan fitnah, ujaran kebencian dan saling menjelek-jelekan.

Untuk itu Dedy Mawardi meminta para pelaku dibalik pembuatan website skandalsandiaga.com ini untuk bersikap gentle dan lebih mengedepankan kampanye-kampanye yang positif daripada menyerang dengan isu-isu murahan yang membuat keresahan di masyarakat.

“Janganlah bersikap pengecut, dengan memakai cara-cara yang tidak etis dan meresahkan masyarakat. Kalau anda sekalian memang petarung politik, mari berkompetisi secara terbuka dan fair,” tegas Dedy.

Selain itu Dedy juga akan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menutup website tersebut. Hal ini disebabkan telah berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa, maka harus ada tindakan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

Menurut Dedy langkah ini diperlukan sebagai bentuk komitmen membangun citra dan sosialisasi pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin secara objektif.

“Bahwa kritik itu boleh, lewat medsos atau media apapun, asalkan sesuai ketentuan KUHP dan UU ITE yang mengatur kategori kritik itu apa, hoaks, ujaran kebencian itu apa. Jadi jangan sampai membuat hoas dan yang membacanya memicu hoaks susulan dan ujaran kebencian lainnya,” tandas Dedy.

Loading...