Viral Video Pejabat Lampura Sebut Pemerintahan Bupati Budi Utomo sebagai yang Terburuk dalam 36 Tahun Terakhir

  • Bagikan
Efrizal Arsyad
Efrizal Arsyad

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Sebuah video yang kemudian menjadi viral di media sosial, menghebohkan warga Lampung Utara, Selasa (27/4/2021).Pasalnya, video itu berisi penilaian buruk tentang orang nomor satu di Lampung Utara dan yang memberikan penilaian adalah pejabat tinggi Lampung Utara yang secara otomatis anak buah Bupati Lampung Utara.

Dalam video tersebut Asisten Bidang Administrasi, Efrizal Arsyad, menilai bahwa pemerintahan Bupati Budi Utomo sebagai pemerintahan yang paling buruk dalam tiga puluh enam tahun terakhir.

‎”Selama 36 tahun jadi PNS di sini, pemerintahan saat ini yang paling buruk,” tegas Efrizal dalam video tersebut.

Alasan penilaiannya itu didasarkan oleh jarangnya Bupati Budi Utomo ke ruang kerjanya. Yang bersangkutan lebih suka melakukan kegiatannya di rumah jabatan ketimbang di ruang kerjanya. Kondisi itu jelas tidak patut dilakukan oleh seorang kepala daerah.

Apa yang dilakukan oleh Bupati Budi Utomo itu sejatinya sah – sah saja. Tidak ada aturan yang melarang kebijakannya tersebut. Namun, hendaknya hal itu tidak dilakukan setiap hari.‎

“Kantor itu di sini bukan di rumah dinas. Rumah Dinas itu tempat istirahat. Kalau di mana – mana itu preman,” papar Minak Ef, sapaan akrabnya sembari jari telunjuknya menunjuk ke arah kantor bupati.

Tak hanya menyasar Bupati Budi Utomo, Sekretaris Daerah Kabupaten, Lekok juga tak luput dari kritikannya. Nyaris satu bulan belakangan ini Lekok tidak pernah masuk ke ruangannya.

Sikap Lekok ini menggambarkan bahwa ia tidak punya cukup nyali dalam menghadapi pelbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh Pemkab Lampung Utara. ‎Padahal, ia adalah motor penggerak dalam pemerintahan.

“Termasuk Sekda‎ jarang ngantor. Dia kan motor penggerak. Jangan jadi pejabat kalau penakut,” papar dia.

Dalam kesempatan ini, Efrizal mengisyaratkan ada jual – beli jabatan di lingkungan Pemkab Lampung Utara.‎ Inilah yang membuat pejabat lainnya tidak mau bersuara karena takut kehilangan jabatannya.

“Banyak pejabat yang enggka sanggup ngomong karena takut kehilangan jabatan. Karena jabatannya dapat beli!!!” jelasnya.

Efrizal tidak mau ambil pusing jika apa yang disampaikannya ini akan membuat sejumlah pihak tersinggung. Alasannya, apa yang disampaikannya itu sebuah fakta dan bukan dibuat – buatnya.

“Yang tersinggung, tersinggung. Bodo amat. Faktanya memang iya, mau apa,” tegas‎nya.

Sayangnya, saat dihubungi pada pukul 20.41 WIB, Efrizal Arsyad tidak merespons panggilan masuk dan pesan singkat yang dikirimkan padanya. Ponselnya sendiri dalam keadaan aktif saat dihubungi.

  • Bagikan