Viral Video Pungli Tes Antigen Covid-19, Polisi Tangkap Oknum ASN BPBD Lamsel

  • Bagikan
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin saat memberikan keterangan terkait video viral praktik pungli surat rapidtes antigen Covid-10 yang melibatkan pelaku oknum ASN BPBD Lampung Selatan di Mapolres setempat, Jumat (16/7/2021).
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin saat memberikan keterangan terkait video viral praktik pungli surat rapidtes antigen Covid-10 yang melibatkan pelaku oknum ASN BPBD Lampung Selatan di Mapolres setempat, Jumat (16/7/2021).

Zainal Asikin I Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Video viral praktik pungutan liar (pungli) surat rapid test antigen Covid-19 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatanm terhadap penumpang bus yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa yang ternyata melibatkan oknum ASN BPBD Lampung Selatan.

Polres Lampung Selatan telah menangkap oknum ASN terlibat praktik pungli surat rapid test antigen tersebut dan diketahui bernama Afrianto, staff di bagian kedaruratan logistik BPBD Lampung Selatan.

Selain oknum ASN BPBD Lampung Selatan, polisi juga menangkap pelaku lain yakni Budi Riski, salah satu pengurus penyeberangan Pelabuhan Bakauheni warga Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

“Kedua pelaku ditangkap dilokasi berbeda, pada Selasa (13/7/2021) lalu. Pertama petugas menangkap oknum ASN BPBD Lamsel, saat pelaku sedang berada di kantornya dan pelaku Budi Riski ditangkap di daerah Bakauheni,”kata Kapolres Lampung Selatan, AKBP Erwin dalam keterangan persnya, Jumat (16/7/2021).

AKBP Edwin mengatakan, penangkapan kedua pelaku tersebut, bermula dari adanya video viral di media sosial (medsos) Instgram. Dalam rekaman video tersebut, pelaku meminta uang ke penumpang bus yang tidak memiliki surat hasil pemeriksaan rapidtes antigen Covid-19 sebagai syarat utama perjalanan untuk bisa menyeberang dalam pemberlakukan PPKM darurat Jawa-Bali.

“Ketika bus hendak menyeberang di Pelabuhan Bakauheni, penumpang diperiksa oleh pelaku mengenai surat rapidtes antigen. Ada beberapa penumpang dalam bus yang saat itu tidak memiliki surat tersebut, pelaku memanfaatkannya dan meminta uang kepada penumpang sebesar Rp 100 ribu/surat. Tujuannya, agar penumpang tidak perlu rapidtes antigen lagi dan bisa lolos menyeberang,”ujarnya.

Aksi pungli kedua pelaku tersebut, kata AKBP Edwin, terekam kamera ponsel salah seorang penumpang bus dan menjadi viral di media sosial pada Minggu (11/7/2021) lalu. Mendapat infromasi itu, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku pungli tersebut dan membawa pelaku ke Mapolres Lampung Selatan guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat diamankan, petugas mendapatkan barang bukti sisa uang dari aksi pungli kedua pelaku sebesar Rp 410 ribu, surat tugas oknum ASN yang dikeluarkan Kantor BPBD Lamsel dan bukti lainnya,”ungkapnya.

AKBP Edwin mengutarakan, selama melakukan aksinya, kedua pelaku mendapatkan uang sebesar Rp 1,3 juta dari 13 orang penumpang bus yang menjadi korban pungli. Para penumpang tersebut, berasal dari empat kendaraan bus yang hendak menyeberang di pelabuhan Bakauheni menuju ke Pelabuhan Merak, Banten.

“Perbuatan yang dilakukan kedua pelaku, melanggar tidak pidana pemerasan dan atau menghalangi pelaksanaan penanganan Covid-19 dalam operasi penyekatan PPKM darurat Jawa-Bali di Pelabuhan Bakauheni,”terangnya.

Akibat dari perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHPidana dan atau Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular, dengan ancaman hukuman pidana penjara 9 tahun.

AKBP Edwin menegaskan, praktik pungli yang dilakukan oleh pelaku oknum ASN BPBD Lampung Selatan tersebut, tidak melibatkan Institusinya (BPBD).

“Pelaku oknum ASN ini, memang ditugaskan dari kantornya untuk mengamankan kegiatan penyekatan di Pelabuhan Bakauheni. Tapi, tidak ditugaskan untuk melakukan pungutan,”tandasnya.

Diketahui, sebuah video yang sempat viral di media sosial (medsos) memperlihatkan pungutan liar (pungli) terkait surat rapidtes antigen Covid-19 terjadi dalam kendaraan bus di Pelabuhan Bakauheni pada Kamis (15/7/2021).

Video parktik pungli tersebut, diunggah di instgaram oleh warganet dengan akun @kamerapengawas. Rekaman video berdurasi 27 detik itu, memperlihatkan seorang pria yang mengenakan kaos berwarna biru tua meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada penumpang bus yang tidak memiliki surat rapidtes antigen Covid-19 ketika hendak menyeberang di Pelabuhan Bakauheni.

Seorang penumpang wanita yang diduga merekam video aksi praktik pungli tersebut sempat bertanya kepada pria yang melakukan pungli surat rapidtes antigen Covid-19 tersebut.

“Om, om yang nggak ada antigen bayar berapa?,”tanya wanita dalam rekaman video tersebut.

“Bayar Rp 100 ribu, jadi nnggak perlu rapidtes lagi,”jawab pria kaus biru tersebut.

Kemudian wanita itu kembali bertanya untuk memastikan praktik pungli yang dilakukan pria tersebut.

“Jadi kalau sudah bayar Rp 100 ribu, nggak perlu rapidtes lagi ya om?. Apa buat uang rokok ini ya?,”tanya wanita itu lagi dalam video tersebut.

“Ya biasalah,”jawab pria itu lagi.

  • Bagikan