Beranda News Pusiban Virus Corona, DPP Partai Gerindra Bantu 6 Ventilator dan 5.000 VTM untuk...

Virus Corona, DPP Partai Gerindra Bantu 6 Ventilator dan 5.000 VTM untuk Lampung

234
BERBAGI
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (kiri) menerima bantuan ventilator dan VTM dari Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, Senin (21/9/2020).

TERASLAMPUNG.COM — DPP Partai Gerindra menyerahkan bantuan berupa enam buah alat ventilator dan 5.000 viral transport medium (VTM) untuk penangulangan Covid-19 di Lampung. Penyerahan bantuan dilakukan Sekjen  DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani kepada Gubernur Lampung di Ruang Abung Balai Keratun, Senin (21/9/2020).

Ventilator adalah alat membantu seseorang yang mengalami kesulitan bernapas. Kadar oksigen alat ventilator yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien lebih tinggi daripada alat bantu oksigen lainnya. Alat ventilator juga membantu paru-paru tetap mengembang, sehingga kantung udara di paru-paru tidak mengempis. Alat ini diperlukan oleh pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit.

Sedangkan VTM merupakan media untuk membawa spesimen sampel lendir hidung dan tenggorokan pasien yang telah melalui uji usap (swab test). Selanjutnya sampel tersebut dibawa menggunakan VTM ke laboratorium tersertifikasi untuk diuji lebih lanjut apakah positif atau negatif Corona.

Bantuan ventilator dan VTM dari DPP Partai Gerindra itu akan disalurkan ke tujuh kabupaten di Lampung dan  diharapkan bisa membantu menangangi masalah  Covid-19 di masing-masing daerah. Tujuh kabupaten tersebut adalah Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Tengah, dan Lampung Utara.

Ahmad Muzani mengatakan persatuan adalah kunci melawan virus tak kasat mata ini.

“Kita harus bersatu dalam menghadapi wabah Covid-19, karena tidak bisa jika hanya pemerintah yang menanganinya tanpa dukungan kita semua. Corona menyebabkan banyak kelumpuhan di segala proses kegiatan di masyarakat, terutama pada bidang ekonomi,” ujarnya.

Menurut Ahmad Muzani mengatakan pada Februari 2020 Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia. Lalu pada Maret-April 2020 sampai pertengahan Juni 2020, Covid-19 semakin meningkat sehingga seluruh aktivitas harus dihentikan.

Aktivitas itu seperti kegiatan perekonomian, pemerintahan bahkan ibadah harus dari rumah. Mulai bulan Juni 2020, pelan pelan membuka kegiatan seperti biasa, namun justru terjadi kelonjakan kasus yang sangat meningkat.

“Kelambatan pertumbuhan ekonomi pun berlanjut, Produksi tidak maksimal karena keterbatasan penyerapan produk di pasaran. Hal ini terjadi karena banyak hotel tutup, restoran, rumah makan, dan bahkan konsumsi rumah tangga berkurang. pabrik mengurangi karyawan karena ekspor banyak terhenti,” ujar Muzani.

Meski Pemerintah terus mendorong serapan – serapan anggaran yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru, namun jumlah anggaran serapan pun tidak banyak.

Karena hal inilah, Indonesia tidak bisa terus menerus menghentikan segala aktivitas perekonomian. Oleh sebab itu perlahan Indonesia mulai beraktivitas kembali, meski keputusan ini sangat sulit bagi setiap pemerintah.

Satu satunya jalan tengah adalah dengan melakukan keduanya, yaitu perekonomian di masyarakat harus jalan, pasar harus jalan, hotel dan kampus harus jalan dengan syarat harus mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan.

“Apa yang kami serahkan ini merupakan cara kami untuk meringankan beban Pemerintah Daerah dan masyarakat Provinsi Lampung. Hal ini tidak apa apanya dengan apa yang bapak Gubernur Arinal lakukan. Namun semoga ini dapat meringankan dan membantu penanganan covid 19,” ujar Muzani.

Muzani mengakui beban makin berat dan waktu masih panjang. Oleh karena itu, tenaga, pikiran dan biaya masih sangat diperlukan. “Untuk itu kita perlu bersatu untuk menghadapi hal ini,” ujarnya.

Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan Pemprov Lampung telah mengambil sejumlah langkah dalam penanganan Covid-19 dengan selalu bersinergi dengan TNI dan Polri untuk mengingatkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Upaya penanganan penyebaran virus Corona ini perlu kebersamaan. Kita harus fokus pada upaya-upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan melakukan pendekatan yang baik kepada masyarakat terkait bahaya dari penyebaran virus ini. Dengan begitu asyarakat dapat mengerti akan pentingnya Protokol Kesehatan dalam menerapkan kehidupan sehari hari, agar tingkat penyebaran virus dapat terkendali,” katanya.

 

Loading...