Beranda News Nasional Virus Corona, Mukhlis Basri Imbau Masyarakat Lampung tidak Panik

Virus Corona, Mukhlis Basri Imbau Masyarakat Lampung tidak Panik

426
BERBAGI
Anggota Komisi I DPR RI, Mukhlis Basri

TERASLAMPUNG.COM  — Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PDIP, Mukhlis Basri, meminta masyarakat  tidak panik menanggapi fenomena virus Corona.

“Masyarakat jangan terlalu panik, tetapi tetap waspada. Yang terpenting adalah selalu menjaga kesehatan, serta menerapkan pola hidup sehat dan bersih,” Ujar mantan Bupati dua periode tersebut, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Mukhlis, virus corona sudah menjadi pandemi dan ancaman global. Yang terkena dampaknya seluruh warga dunia.

“Sebab itu, kita tidak hanya menyerahkan penanganannya kepada pemerintah. Masyarakat juga harus mendukung penanganan virus yang dilakukan pemerintah. Minimal dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dengan menjaga kebersihan, baik itu kebersihan makanan, maupun kebersihan tubuh, dengan cara mencuci tangan dengan sabun setelah atau sebelum melakukan aktivitas,” kata mantan Bupati Lampung Barat ini.

Mukhlis mengatakan, umat Islam sehari hari memang sudah kita lakukan yakni sholat 5 waktu, sehingga secara otomatis sebenarnya sudah membantu mencegah kemungkinan peredaran virus corona.

“Dengan sholat lima waktu, berarti kita mencuci tangan sudah lima kali, belum lagi ketika mandi 2 kali, belum lagi ketika sehabis makan. Artinya kita sudah melakukan mencuci tangan 9 kali dalam sehari,” katanya.

Mukhlis mengajak masyarakat tetap tenang meskipun beberapa daerah di Indonesia termasuk di Lampung sudah mengeluarkan kebijakan tentang penanganan virus corona.

“Waspada harus, tetapi jangan panik. Dalam menghadapi virus ini, kita jangan langsung terlalu takut atau panik, tetapi tetap mewaspadai dengan cara pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Seperti buah-buahan dan sayuran tetapi jangan makan makanan sembarangan,” kata dia,

Mukhlis juga mengimbau masyarakat Lampung jika ada keluarga, tetangga, atau kerabat jauh sakit dan berobat ke rumah sakit, jangan langsung divonis bahwa itu karena corona.

“Jangan langsung memvonis. Lihatlah gejalanya dulu sampai 14 hari. Waspada boleh, tetapi jangan buat orang lain ketakutan dan menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat,” tandasnya.

Mukhlis berharap pemerintah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/kota. Agar menginstruksikan kepada para jajarannya untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, agar selalu waspada dan tidak panik.

“Pemerintahan tingkat desa baik kades, kepala lingkungan, maupun ketua RT memiliki peran penting dalam membantu mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya.

Loading...