Beranda News Internasional Wabah Virus Corona: 170 Orang Meninggal, AS-Singapura-Jepang Evakuasi Warganya

Wabah Virus Corona: 170 Orang Meninggal, AS-Singapura-Jepang Evakuasi Warganya

621
BERBAGI
Staf medis dengan pakaian pelindung yang terturup rapat merawat pasien pneumonia yang disebabkan oleh virus corona di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, China, Senin, 27 Januari 2020. Foto: REUTERS via The Straits Times
Staf medis dengan pakaian pelindung yang terturup rapat merawat pasien pneumonia yang disebabkan oleh virus corona di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, China, Senin, 27 Januari 2020. Foto: REUTERS via The Straits Times

TERASLAMPUNG.COM — Data terakhir pada Kamis, 30 Januari 2020 pagi waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia karena terinfeksi virus corona sebanyak 170 orang. Sedangkan warga yang terinfeksi virus mematikan itu lebih dari 1.700 orang.

“Tiga puluh tujuh dari 38 kematian baru terjadi di provinsi Hubei yang terpukul parah, pusat penyebaran penyakit menular yang menyebabkan meningkatnya ketakutan global. Kematian lain terjadi di provinsi Sichuan barat daya,” ujar Channel News Asia, mengutip pemerintah pusat China, Kamis (30/1/2020).

Pemerintah China melaporkan,  lonjakan satu hari terbesar dalam kematian virus corona baru pada hari Kamis (30 Januari), ketika kekhawatiran global semakin dalam dengan semakin banyaknya infeksi yang dipastikan di luar negeri, termasuk tiga orang Jepang yang dievakuasi dari pusat penyebaran wabah.

The Straits Times melaporkan, organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang awalnya meremehkan keparahan penyakit yang kini telah menewaskan 170 di China, hari ini dijadwalkan menggelar pertemuan untuk memutuskan apakah epidemi virus corona di Wuhan sebagai keadaan darurat global atau bukan

Terlepas dari deklarasi WHO, pemerintah, perusahaan dan orang-orang di seluruh dunia terus meningkatkan upaya untuk mencoba dan menahan penyakit misterius yang diyakini telah muncul dari pasar hewan di pusat kota Wuhan di Cina.

Pemerintah China juga telah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menangkap penyebaran virus, termasuk secara efektif mengkarantina lebih dari 50 juta orang di Wuhan dan sekitar provinsi Hubei.

Pemerintah pada hari Kamis melaporkan 38 kematian baru dalam 24 jam sebelumnya, total satu hari tertinggi sejak virus terdeteksi akhir tahun lalu. Semua kecuali satu dari kematian baru terjadi di Hubei.

Jumlah kasus baru yang dikonfirmasi juga tumbuh terus menjadi 7.711, kata Komisi Kesehatan Nasional. 81.000 orang lainnya sedang diobservasi untuk kemungkinan infeksi.

Patogen itu diyakini telah muncul di pasar yang menjual permainan liar dan menyebar jauh-jauh oleh musim liburan Tahun Baru Imlek di mana ratusan juta orang Tiongkok bepergian ke dalam negeri atau luar negeri.

Ribuan Warga Asing “Terkunci” di Wuhan

Ribuan orang asing telah terperangkap di Wuhan sejak ditutup pekan lalu. Jepang dan Amerika Serikat pada hari Rabu menjadi negara pertama yang mengatur pengiriman udara dari Wuhan untuk warganya. Australia, Selandia Baru, Singapura, antara lain merencanakan operasi serupa.

Indonesia termasuk negara yang sangat lambat merespons kepanikan warganya yang tinggal di Wuhan. Netizen banyak melancarkan kritik terhadap pemerintah Indonesia. Netizen menilai pemerintah terlalu “leda-lede” alias sangat lamban bereaksi untuk mengevakuasi warga negaranya.

Jepang pada hari Kamis (30/1/2020) melaporkan bahwa tiga orang yang berada dalam penerbangan evakuasi pertama telah dinyatakan positif terkena virus setelah kembali ke rumah.

Loading...