Beranda Ruwa Jurai Lampung Barat Wabup Mad Hasnurin Buka FGD Ekonomi Kreatif Berbasis Kopi

Wabup Mad Hasnurin Buka FGD Ekonomi Kreatif Berbasis Kopi

147
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM –– Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin membuka  Focus Group Discussion (FGD) Membangun Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Kopi, di Aula Kagungan Pemkab Lampung Barat, Selasa (27/1/2018).

Tampil sebagai narasumber:  Laba Sudarno dari Balitri, Handoko Hendroyono dari Viva Barista dan Filosopi Kopi, serta Andika Yuwono dan Mia Laksmi Handayani (instruktur Coffelab 5758 Bandung).

Mad Hasnurin mengatakan, 86,54 persen masyarakat Lampung Barat menjadi petani kopi. sehingga setiap pergerakan ekonomi yang diterima masyarakat sangat memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Lampung Barat.

“Hal ini membutuhkan adanya upaya pembangunan yang lebih kreatif dalam rangkaian agribisnis perdagangan kopi dan keragaman produk turunanya maupun keragaman mutu hasil dari kopi itu sendiri,” kata Mad Hasnurin

Mad Hasnurin berharap FGD melahirkan gagasan kreatif yang dapat dan menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan perekonomian daerah dengan ikon surganya penikmat kopi.

Menurutnya, bertumbuhnya IKM dan UKMkopi yang telah menembus lebih 100 pengusaha dan terus dipacu pertumbuhannya melalui menjadikan kopi sebagai bagian usaha Badan Usaha Milik Pekon (BUMP), setidaknya kedepan diharapkan akan muncul 1 kecamatan dengan 1 BUM pekon pengelola kedai kopi maupun produsen kopi.

Beberapa prestasi yang diukir produk Kopi Robusta Liwa (Korolla) pada tahun ini, kata Mad Hasnurin, antara lain  penghargaan Bronze gourmet oleh kopi milik Trimanto (Bedudu) dan juara III pada kompetisi kopi spesialty Indonesia oleh kopi milik Jamaluddin (Talangpanjang, Trimulyo).

“Selain itu, disetujuinya pelepasan empat varietas unggul lokal kopi robusta liwa lampung (korolla) pada sidang pelepasan varietas tanaman perkebunan untuk varietas klon tugu kuning sebagai korolla 1, tugu hijau sebagai korolla 2, lengkong sebagai korolla 3, bodong jaya sebagai korolla 4 yang pada tanggal 27 agustus telah diterbitkan Tanda Daftar Varietas Lokal (TDLV) oleh Kementerian Pertanian RI,” katanya.

Menurut Mad Hasnurin, beberapa kebijakan pembangunan perkebunan kopi Lampung Barat antara lain Pembangunan Agro Tekno Park (ATP) Kopi Robusta Liwa Lampung Barat (Korolla), pembangunan sekolah kopi, pengembangan Kampung Kopi Rigis, pengentasan kemiskinan petani kopi melalui program intensifikasi serta  pendampingan, peningkatan produksi dan mutu kopi, dan penyediaan sarana pasca panen kopi.

Loading...