Wagub Prihatin Situasi Politik di Lampung Utara

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com

Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri



Kotabumi–Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri mengaku prihatin dengan situasi terkini yang tengah terjadi di Lampung Utara (Lampura). Pasalnya, Lampura belakangan ini kerap dilanda berbagai prahara yang dapat mengganggu kepentingan masyarakat.

“Saya ini orang Lampura, (Ini) Tempat saya. Jadi kalau ada yang enggak bgus, saya ikut prihatin juga,” kata Bachtiar usai peringatan Hari Ulang Tahun Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-58, di Gedung Serba Guna Islamic Center Kotabumi, Rabu (14/1) pagi.

Menurut orang nomor dua di Propinsi Lampung ini, setiap pihak harus mengedepankan prinsip kebersamaan dalam setiap hal supaya apa yang menjadi tujuan utama dapat berhasil dicapai. Kebersamaan itu terbilang sangat penting keberadaannya karena tanpa itu maka keberhasilan tak akan pernah bisa diraih.

“Kebersamaan (itu) untuk keberhasilan. Sudah jelas itu. Harapan saya ada kebersamaan. Pokoknya enggak ada yang berhasil kalau enggak ada kebersamaan. Jadi, harus bersama – sama,” tandas mantan Bupati Tulang Bawang Barat itu.

Bachtiar mencontohkan tidak adanya kebersamaan di Lampura tercermin jelas dalam acara LVRI. Dimana dalam acara tersebut, Wakil Ketua III DPRD Arnol Alam sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk memberi sambutan. “Kan contohnya tadi temen – temen lihat, (Wakil) Ketua dewan enggak kebagian sambuatan,” papar birokrat senior ini.

Di akhir wawancara, pemilik plat merah BE 2 ini memberikan petuah berharga meski tak jelas petuah itu ditujukan kepada siapa. Menurutnya, setiap generasi muda harus dapat menghargai generasi di atasnya. Dengan kata lain, sedikit menghargai pendapat orang lain karena belum tentu orang yang bersangkutan tersebut kemampuan atau pengetahuannya di bawah orang yang beri masukan.

“Artinya supaya kita jangan egois. (Siapa tahu) Orang itu lebih baik dari saya ketika dikasih kesempatan. Mungkin (dia) lebih bagus dari saya dalam memimpin misalnya sebagai Wagub. (Intinya) Supaya ego kita, kita turunin,” katanya memberikan nasihat.

Sebelumnya, Kabupaten Lampura sejak mengalami suksesi kepemimpinan selalu dilanda prahara yang tak berujung. Prahara ini ditengarai akibat ‘ketidakharmonisan’ antara kalangan eksekutif dan legislatif. Konflik ini disinyalir bermula dari berbagai kebijakan yang diambil pemerintahan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara yang dinilai tidak sesuai aturan oleh kalangan Legislatif.

Akibat ‘perseteruan’ yang bak tak berujung itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014 dan APBD 2015.

Untuk tahun 2015 ini, kemungkinan besar Lampura bakal mempergunakan Peraturan Bupati (Kepala Daerah) sebagai pengganti Peraturan Daerah APBD 2015. Akibat  berbagai kebijakan kontroversial tersebut, Lampura dua kali dilanda aksi unjuk rasa (Unras). Dimana tuntutan utama para peserta unjuk rasa  mendesak DPRD menggunakan hak angket untuk ‘menurunkan’ Agung dari tahtanya.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page