Wakapolri Tinjau Penerapan Kebijakan Larangan Mudik di Pelabuhan Bakauheni

  • Bagikan
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan penjelasan kepada awak media dalam kunjungannya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (8/5/2021).
Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono memberikan penjelasan kepada awak media dalam kunjungannya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (8/5/2021).

Zainal Asikin I Teraslampung.com

BAKAUHENI — Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono melakukan peninjauan pelaksanaan kebijakan penyekatan larangan mudik Idul Fitri 1442 H (2021) ke PT. ASDP Indonesia Ferry (persero) Cabang Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (8/5/2021) siang.

Kunjungan orang nomor dua di Institusi Polri ini  didampingi Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Agung Budi Martoyo, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno, Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto, Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, Dandim 0421/LS Letkol Inf Enrico Setyo Nugroho serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Polda Lampung. Tiba di lokasi (Bakauheni), rombongan langsung menuju ke Kantor PT ASDP cabang Bakauheni.

Kunjungannya Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono tersebut, ingin mengetahui perkembangan situasi di lapangan terhadap arus lalu lintas moda transportasi terkait peniadaan mudik tahun 2021 secara langsung.

Dalam penjelasannya kepada awak media, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, kunjungannya ke Pelabuhan Bakauhnei ini, yakni dalam rangka memantau kegiatan Operasi Ketupat 2021 dan juga terkait pelaksanaan kebijakan penyekatan larangan mudik Idul Fitri 1442 H.

“Kegiatan Operasi Ketupat 2021 ini, merupakan kegiatan operasi humanis yang dilaksanakan di seluruh Indonesia (Polda Jajaran),”ujarnya saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (8/5/2021).

Mabes Polri, kata Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, menyiapkan sebanyak 381 titik penyekatan. Ini dalam rangka meningkatkan masyarakat yang hendak mudik dan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 jelang perayaan hari raya Idul Fitri 1442 H.

“Karena sudah ada kebijakan larangan mudik dari pemerintah,”kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Kendalikan Penyebaran Covid-19

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono kepada awak media mengatakan, kebijakan larangan mudik Idul Fitri 1442 H (2021), yakni guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Kita tidak menginginkan, sebelum dan saat pasca pelaksanaan perayaan hari raya Idul Fitri nanti terjadi peningkatan penyebaran Covid-19,”ujarnya saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (8/5/2021).

BACA JUGA:   Lewat Adat Sewakhian, Seniman Asli Bali akan Diangkat Sebagai Saudara Seniman Lampung

Operasi Ketupat 2021 dalam bentuk penyekatan untuk larangan mudik, kata Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, tidak hanya dilakukan oleh Institusi Polri saja melainkan juga melibatkan institusi TNI serta instansi atau steakholder terkait lainnya.

“Kita berharap, kepada masyarakat untuk betul-betul mematuhi kebijakan pemerintah pusat dan pmerintah daerah mengenai larangan mudik tersebut,”tegasnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Polda Lampung dan Jajaran (Polres), atas langkah-langkah tepat yang telah dipersiapkan dalam menanggapi kebijakan Pemerintah mengenai peniadaan mudik lebaran tahun 2021,”tandasnya.

Larangan Mudik, Wakapolri; Silaturahmi saat Lebaran Bisa Dilakukan via Virtual

Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan, berlebaran, tidak harus dilakukan dengan kegiatan mudik. Silaturahmi, bisa dilakukan secara virtual atau video call, zoom atau aplikasi digital lainnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi saat ini.

“Melaksanakan perayaan hari raya Idul Fitri 1442 H, dengan di rumah saja,”imbaunya, Sabtu (8/5/2021).

Menurut alumnus Akpol 1988 ini, langkah penyekatan larangan mudik, yakni sebagai antisipasi akan potensi meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 dari adanya kegiatan mudik ini.

“Kita melakukan antisipasi dengan cara penyekatan, kita tidak ingin penyebaran Covid-19 makin meluas ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini,”kata dia.

Langkah yang dilakukan Polri, kata Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, yakni mulai dari kegiatan Operasi Keselamatan, lalu Operasi ketupat saat ini dan Operasi Kepolisian yang Ditingkatkan. Ia meminta kepada masyarakat, agar dapat mematuhi kebijakan larangan yang diambil pemerintah pusat serta pemerintah daerah untuk tidak mudik dalam rangka mengendalikan penyebaran virus Covid-19.

“Kami dari jajaran Polri, meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Menggunakan masker, tidak melakukan kegiatan berkerumun, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir,”imbaunya.

Wakapolri juga mengingatkan kepada Polda Lampung dan Jajaran, agar memperhatikan keamanan petugas yang ditempatkan di pos-pos pemeriksaan atau penyekatan.

BACA JUGA:   Mewaspadai ITCZ, Awan "Cumulunimbus", dan Angin Puting Beliung di Lampung

“Pak Kapolda, Karo Ops, Kabid Dokkes dan para Kapolres, agar memeriksa kelengkapan dan melatih anggota di lapangan baik personel dari Polri, TNI, Satpol PP dan Satgas Covid-19. Jangan sampai, mereka yang bertugas terpapar Covid-19,”tandasnya.

Sementara Karo Ops Polda Lampung, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menjelaskan mengenai kesiapan Polda Lampung dan jajaran pada pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2021.

“Terdapat sebanyak 95 lokasi pos yang telah didirikan di wilayah hukum Polda Lampung. Diantaranya, 9 pos penyekatan batas provinsi, 25 pos Kabupaten/Kota, 47 Pospam, 11 Posyan dan 1 pos terpadu yang terletak di Seaport Interdiction (SI) Bakauheni,”ujarnya.

Dikatakannya, petugas di lapangan akan menjalankan prosedur standar melakukan pengecekan setiap kendaraan yang melintas di pos-pos yang telah didirikan. Mengingat, hanya penumpang tertentu sesuai peraturan Kemenhub yang diperkenankan bisa keluar masuk wilayah Provinsi Lampung dengan catatan dilengkapi Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM), surat keterangan rapid test antigen negatif Covid-19.

“Bagi kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan, maka akan diputar balik,”ungkapnya.

Jika petugas pemeriksa di lapangan mendapati kendaraan yang salah satu penumpangnya positif Covid-19, kata Kombes Pol Wahyu, maka petugas akan mengisolasi penumpang yang positif Covid-19 kemudian dibawa ke rumah sakit rujukan pasien Covid-19 terdekat dan memeriksa ulang penumpang lainnya melalui rapid test antigen.

“Jika hasilnya negatif, akan dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanannya,”pungkasnya.

General Manager (GM) PT ASDP Cabang Bakauheni, Solikhin menjelaskan, pihaknya telah memetakan laju penumpang menjadi tiga fas, yakni fase normal, pra larangan mudik dan fase setelah mudik.

“Arus puncak pengguna jasa penyebrangan di pelabuhan Bakauheni pada tanggal 2 Mei 2021. Dimana, pada tanggal 28 April-7 Mei 2021, sebanyak 75.790 kendaraan telah melewati pelabuhan Bakauheni. 48.179 sudah kembali menyebrang, sedangkan 27.611 kendaraan belum kembali dan ini nanti yang akan kami antisipasi,”tandasnya.

  • Bagikan