Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Wakil Bupati Jembrana Belajar Kesehatan Gratis ke Pemkot Bandarlampung

Wakil Bupati Jembrana Belajar Kesehatan Gratis ke Pemkot Bandarlampung

226
BERBAGI
Walikota Herman HN didampingi Sekdakot Badri Tamam dan kepala OPD memberi penjelasan tentang P2KM kepada Wakil Bupati Jembrana, Bali I Made Kembang Hartawan (kiri).
Walikota Herman HN didampingi Sekdakot Badri Tamam dan kepala OPD memberi penjelasan tentang P2KM kepada Wakil Bupati Jembrana, Bali I Made Kembang Hartawan (kiri).

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Bupati Jembrana, Provinsi Bali, I Made Kembang Hartawan, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pemkot Bandarlampung, Jumat (28/2/2020). Kehadiran Hartawan disambut Walikota Bandarlampung Herman HN dan sejumlah pejabat teras Pemkot Bandarlampung.

Dalam kunjungan kali ini Wakil Bupati Jembrana ingin belajar tentang program rogram Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) atau program berobat gratis.

Walikota Herman HN menjelaskan manfaat P2KM bagi masyarakat Bandarlampung kepada Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawa.

“Sejak 2011 saya menggulirkan Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM), kalau saya membayar BPJS untuk sekitar 700 ribu warga, berapa ratus milyar yang saya bayar,” jelasnya.

Dengan P2KM kata Herman HN warga Bandarlampung yang sakit cukup dengan fotokopi  KTP dan KK saja bisa digunakan di puskesmas-puskesmas serta di 13 rumah sakit negeri dan swasta.

“Kita bekerja sama dengan 13 rumah sakit, warga yang sakit kita yang bayar dan anggaranya ada Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Sebagai mantan birokrat Herman HN mengaku sudah terbiasa menghitung pemasukan dan pengeluaran kas daerah. Untuk itu dengan perhitungan yang matang dia tetap menjalankan P2KM atau yang akrab disebut jamkeskot.

“Saya tetep dengan P2KM karena saya hanya membayar orang yang sakit paling biayanya Rp50 – Rp60 milyar. Dengan begitu saya bisa membangun yang lain-lain,” katanya.

“Kalau tidak ada pembangunan saya bisa diprotes warga, mereka makan kena pajak, hotel dan hiburan kena pajak juga tapi tidak ada pembanguan, marah warga,” ujar mantan Kepala Biro Keuangan Provinsi Lampung itu.

Wakil Bupati Jembrana, Bali I Made Kembang Wartawan mengaku Pendapat Asli Daerah (PAD)nya berkurang banyak untuk membayar BPJS yang mencapai Rp93 milyar sedangkan PADnya seratus milyar lebih.

“Bagaimana kami mau membangun untuk membayar BPJS sebesar 93 milyar sedang PAD kami seratusan millyar,” jelasnya.

Untuk itu I Made Kembang Hartawan akan mengirimkan timnya untuk mempelajari P2KM yang dijalankan oleh Pemkot Bandarlampung.

“Rencananya pola kesehatan yang ada di Bandarlampung akan kita pergunakan, bedanya kita kerjasama dengan rumah sakit negeri saja. Ibaratnya keluar kantong kiri masuk kantong kanan. Kenapa kami tidak bekerjasama dengan rumah sakit swasta, sebab swasta di sana bagus-bagus kalah kita (rumah sakit negeri)” jelasnya.

Dandy Ibrahim

Loading...