Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Wakil Ketua DPRD Imbau Pemkab Lampung Utara Tegas Soal Gereja Ilegal

Wakil Ketua DPRD Imbau Pemkab Lampung Utara Tegas Soal Gereja Ilegal

52
BERBAGI
gereja ilegal di lampung utara
  Ruko di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kotabymi, yang diduga kuat dijadikan gereja. 

Feaby/Teraslampung.com

KOTABUMI– Rumah ibadah dimaksud ialah Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang ‘berkedok’ Ruko di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kotabumi yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari rumah jabatan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.Kotabumi–Wakil Ketua II DPRD Lampung Utara (Lampura), M. Yusrizal mengimbau Pemkab untuk bersikap tegas sesuai aturan dalam persoalan rumah ibadah yang tak berizin di wilayahnya.

“Kalau (rumah ibadah) memang tak berizin, Pemkab harus menghentikan sementara aktivitas mereka sesuai aturan hingga mereka melengkapi izin yang diharuskan,” kata M. Yusrizal, Minggu (26/7).

Menurut politisi besutan mantan Presiden SBY itu, langkah tegas sesuai peraturan ini harus dilakukan untuk menjaga wibawa Pemkab selaku perpanjangan tangan Pemerintah pusat dalam menegakkan peraturan di daerah dan meminimalisir potensi konflik yang dapat terjadi dalam persoalan tersebut.

“Setiap peraturan yang telah dibuat oleh Pemerintah bertujuan baik untuk mengatur dan menciptakan keseimbangan di seluruh sendi kehidupan masyarakat. “Siapapun yang melanggar aturan harus ditindak tanpa terkecuali,” kata Yusrizal. Baca: Dianggap Liar, Gereja di Kotabumi Digerebek Puluhan Warga

Bapak dua anak itu juga mengkritik kebijakan Camat Kotabumi dan Lurah Gapura yang mengeluarkan surat keterangan pembinaan iman kepada pihak GBI. Karena kedua pejabat dimaksud sama sekali tidak berhak mengeluarkan surat seperti itu bagi rumah ibadah.

“Seharusnya mereka paham dengan tugas pokok dan fungsinya masing – masing. Yang berhak mengeluarkan surat seperti itu hanya Bupati!,” tegas politisi muda berbakat ini.

Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung Utara, Mughofir mengimbau pihak Gereja Bethel Indonesia (GBI) untuk menghentikan aktivitas ibadah sepanjang izinnya belum terbit.

“(GBI) harus meminta (mengurus) izin dulu kalau memang mau digunakan. Kalau belum, kami anjurkan supaya dihentikan aktivitas beribadahnya di sana,” kata dia.

Terkuaknya GBI yang tak berizin ini berawal dari aksi sejumlah warga Kelurahan Gapura, Kecamatan Kotabumi yang mendatangi rumah ibadah dimaksud yang berada di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, tepatnya di deretan ruko Mandala Finance Kotabumi pada Minggu (5/7) sekitar pukul 19:05 WIB.

Warga kesal lantaran‎ rumah ibadah dimaksud ternyata telah lama beroperasi sekitar hampir dua tahun sementara rumah ibadah dimaksud tak pernah meminta persetujuan warga sekitar.‎