“Wakil Nabi” Ini Ingin Bertemu Jokowi dan Kasih Tahu Cara Tanggulangi Teroris dan Narkoba

  • Bagikan
Mustofa saat diperiksa di Polsekta Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Rabu (10/2/2016).
Mustofa saat diperiksa di Polsekta Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Rabu (10/2/2016).

Zainal Asikin/Teraslampung.com


BANDARLAMPUNG –
Mustofa (51) pelaku pemecahan kaca ruangan Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal, mengaku bahwa dirinya adalah sebagai penerus Nabi Muhammad SAW. Ia mengaku memecahkan kaca ruangan Ketua DPRD Lampung lantaran kesal tidak bisa bertemu dengan Dedi Afrizal.

“Saya ingin bertemu Dedi, karena ingin agar dia memfasilitasi saya agar saya  bertemu dengan Presiden Jokowi. Saya minta diakui, kalau saya ini orang yang meneruskan tugas kenabian. Saya juga ingin, agar Presiden mengakui kalau saya ini adalah wakil nabi. Saya ingin memberi masukan tentang cara mengatasi terorisme dan narkoba,”ujar Mustofa di Mapolsekta Telukbetung Selatan, Rabu (10/2/2016).

Menurutnya, karena kalau ingin bertemu Jokowi, ia mangku tidak memiliki akses. Oleh sebab itu, ia berinisiatif sendiri menemui Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal.

“Dia (Dedi-red) kan wakil rakyat pasti bisa menemukan saya dengan Presiden Jokowi,”katanya.

Karena keinginannya bertemu dengan Ketua DPRD Lampung tidak terlaksana, hal itulah yang membuat dirinya marah bercampur emosi lalu memecahkan kaca ruangan Ketua DPRD Lampung jika tidak bisa menemui.

“Saya tadi memang datang ke ruangan Ketua DPRD, tapi saya tidak bisa bertemu dia (Dedi-red). Saya kesal di janji-janji melulu, makaya saya lempar saja kacanya pakai botol,”ungkapnya.

Selain itu juga, Mustofa megaku, bahwa dirinya memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan di dunia ini, terutama untuk mengatasi teroris dan narkoba.

“Saya ini, bisa dan tahu bagaimana cara mengatasi teroris dan narkoba di dunia ini,”kata dia.

Ketika ditanya petugas apa solusinya, Mustofa enggan memberitahukannya. Menurutnya, penyelesaian masalah teroris dan narkoba, hanya bisa diberitahukan dengan ahlinya yaitu para pemimpin dunia. Ia hanya mau memberitahukannya, dengan para pemimpin dunia tersebut.

“Saya cuma mau ketemu para pemimpin dunia semua, baru nanti saya mau kasih tahu ke mereka caranya mengatasi teroris dan narkoba itu seperti apa,”ujarnya.

  • Bagikan