Walhi Bantah Sebut Jokowi Musyrik

  • Bagikan
Gubernur Jokowi di saat meninjau korban banjir (dok Viva.co.id)

BANDARLAMPUNG, teraslampung.com–Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) melalui manajer penanganan bencana, Mukri Friatna, membantah menyebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo musyrik.

Menurut Mukri dirinya tidak pernah menyebut Jokowi musyrik sebagaimana dilansir harian Tribunnews.com edisi 18 Januari dengan judul berita “Salahkan Hujan, Walhi Sebut Jokowi Musyrik”.

“Saya sangat keberatan dan kecewa kepada penulis dan editor Tribunnews. Saya tidak pernah menyebut Jokowi Musyrik.  Yang saya katakan adalah:  Kalau lama-lama hanya menyalahkan curah hujan nanti masyarakat ini takutnya musyrik’,” kata Mukri.

Menurut Mukri, kalimat yang benar yang dia sampaikan saat diwawancarai wartawan adalah seperti yang ditulis di Kompas.com (19/1) dan Berita Satu (18/1).

“Judul pemberitaan Tribunnews.com telah membuat bisa menyebabkan perselisihan dan banyak pembaca terprovokasi. Menyebabkan pro-kontra. Apalagi, berita itu kemudian disebarluaskan lagi melalui jejaring sosial dan dikutip oleh media online lainnya,” kata Mukri.

Mukri mengatakan lembaganya tidak memiliki kepentingan politik dalam isu bencana ekologis.

“Misi Walhi hanya ingin membangun kekuatan kolektif warga dalam menjawab ancaman risiko bencana agar dampak dan risiko bisa diantisipasi dan diminilalisir sebelum hadirnya bencana,” kata dia.

Pada Sabtu, 18 Januari 2014, Tribunnews.com menulis judul berita “Salahkan Hujan Penyebab Banjir, Walhi Sebut Jokowi Musyrik”. Pada bagian teras berita, Tribunnews menulis: “Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pegiat dan pemerhati lingkungan Walhi menyesalkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang menyalahkan hujan dan air rob sebagai penyebab banjir di ibukota.Walhi menyebut Jokowi musyrik karena sebenarnya hujan yang turun adalah berkah dari Tuhan, bukan jadi biang keladi terjadinya banjir.” (rls)

  • Bagikan