Beranda Teras Berita Walhi Lampung Gelar Pendidikan Konservasi Alam

Walhi Lampung Gelar Pendidikan Konservasi Alam

312
BERBAGI

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Bandarlampung—Wahana Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung menggelar Pendidikan Konservasi Alam Angkatan I, di sekretariat Walhi Lampung, Jl. Tupai, Bandarlampung, Sabtu—Minggu (15—16/2/2014).

“Pendidikan konversai tersebut bertujuan untuk melahirkan para investigator lingkungan yang andal, meningkatkan kapasitas pengetahuan dan pengalaman para aktivis lingkungan, dan menumbuhkembangkan kesadaran kritis di kalangan para pencinta alam dan lingkungan,” kata Hermansyah, panitia kegiatan, Jumat (14/2).

Hermansyah, yang juga menjadi salah satu fasilitator kegiatan tersebut, mengatakan kurangnya SDM aktivis lingkungan yang memiliki pengetahuan tentang lingkungan hidup dan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kini menjadi masalah sangat serius.

Menurut Hermansyah lingkungan hidup yang terdegradasi dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan akan menyebabkan ketidakseimbangan alam.

“Hutan bakau (mangrove), terumbu karang, pantai, hutan/gunung, dan bukit akan makin rusak. Kita juga akan terancam oleh pencemaran air, laut dan udara serta hilangnya keragaman spesies langka. Itu semua karena manusia tidak melihat arti penting lingkunn hidup,” kata Herman.

Hermansyah mengatakan dengan adanya pendidikan konservasi diharapkan akan lahir kader-kader pembela lingkungan yang tangguh. Para calon kader lingkungan itu, kata Hermansyah, berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan para aktvis lingkungan yang baru mengenal dunia konservasi.

“Kami meyakini kegiatan ini bisa menjadi langkah yang efektif untuk menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap lingkungan, menambah pengetahuan dan wawasan  lingkungan hidup, dan memberikan penyadaran arti pentingnya lingkungan hidup bagi manusia. Pendidikan ini juga dapat menjadi media alternatif mengisi waktu luang bagi kelompok yang peduli terhadap lingkungan hidup yang berada di Lampung,”kata Hermansyah.

Hermansyah juga berharap pendidikan konservasi ini akan melahirkan kader lingkungan hidup dan menciptakan kader paralegal diwilayahnya masing-masing. “Tentu saja kader-kader lingkungan itu nantinya juga terbangun mentalny serta meningkatkan serta pengetahuan dan kemampuannya  dalam melakukan pencarian data. Intinya mereka bisa menjadi kader lingkungan yang profesional dan tanggguh,” kata Kepala Divisi Advokasi Hutan dan Perkebunan Walhi Lampung itu.

Selain teori, para peserta juga akan terjung langsung di lapangan dengan mengikuti fieldtrip dan membuat laporan lapangan. Materi penting yang akan disampaikan antara lain tentang paralegal/gerakan lingkungan hidup di Indonesia, persoalan hutan, investigasi, kampanye lingkungan hidup, dan menulis di media (jurnalistik).

Tiga pemateri telah disiapkan Walhi. Yaitu Mukri Friatna (Eknas Walhi), ,Bejoe Dewangga (Eksekutif Daerah Walhi, dan Budisantoso Budiman (jurnalis senior LKBN ANTARA).

Loading...