Walikota Herman HN Ancam Ganti Kepala Sekolah

  • Bagikan
Herman HN
Herman HN

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com –-Wali Kota Herman HN kembali berang. Kemarahannya kali ini dipicu banyaknya guru dan kepala sekolah yang tak menghadiri acara Sarasehan Peringatan Hari Guru ke-69 dan HUT PGRI Kota Bandarlampung yang digelar di Aula SMAN 2, Rabu (17/12). Dari 600 undangan yang disebar di seluruh sekolah, hanya  307 guru TK dan SD, 138 guru SMP, serta 99 guru SMA/SMK yang hadir. Sedangkan 56 guru lainnya tidak hadir tanpa keterangan.

Di sela-sela sambutannya, Herman pun menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sukarma Wijaya untuk mencatat nama kepala sekolah yang tidak hadir agar dilaporkan kepadanya.

“Kalau bosan menjadi kepala sekolah bilang saja, nanti saya berhentikan. Ini  kan hari ulang tahun mereka sebagai guru, harusnya datang. Nanti kepala sekolah yang
nggak datang suruh temui saya,” perintah Herman.

Dirinya mengungkapkan, seharusnya guru yang tidak hadir malu lantaran tak mencerminkan sikap disiplin. “Harusnya guru lebih tertib dan disiplin. Kalau bukan kita yang disiplin, siapa lagi ? Saya mau mereka temui saya dulu, mau dikasih pengarahan. Yang mengundang acara ini Ketua PGRI Kota Bandarlampung, pemimpin semua guru di sini, malu dong kalau nggak hadir,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini berharap, ditahun yang akan datang dunia pendidikan akan semakin baik. “Saya ingin pendidikan lebih baik lagi, termasuk kesejahteraan guru-gurunya,” tandasnya.

Tindakan wali kota tersebut pun didukung oleh Ketua PGRI Provinsi Lampung Wayan Satria Jaya. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan seorang pemimpin. “Ya wajar lah kalau pimpinan nanya anak buahnya kemana, sama seperti guru yang menanyakan ke muridnya kenapa kok nggak masuk sekolah. Masak iya nggak mau hadir, kan acara ini untuk membangun silaturahmi antarguru,” kata dia.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bandarlampung, Drs. Sobirin, mengatakan kegiatan ini memang perlu dihadiri oleh para pendidik. Karena dalam sarasehan tersebut dibahas apa saja yang sudah dilakukan oleh guru selama beberapa tahun.

“Permintaan Pak Wali tidak banyak  kok, beliau ingin disetiap rapat atau pertemuan lainnya itu bisa diikuti dan dihadiri. Kalau mereka hadir  kan bisa tanya jawab ke Pak Wali, apa saja kendala mereka selama ini, bagaimana nasib guru honor yang perlu diperhatikan,” tutur Kepala SMAN 2 Bandarlampung itu.

  • Bagikan
You cannot copy content of this page