Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Walikota Herman HN Minta PDAM Way RilauTekan Kebocoran Keuangan

Walikota Herman HN Minta PDAM Way RilauTekan Kebocoran Keuangan

196
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Walikota Herman HN meminta jajaran PDAM Way Rilau untuk bekerja lebih keras serta menekan kebocoran keuangan. Permintaan itu disampaikan Herman HN mengingat beratnya tanggung jawab PDAM Way Rilau pada masa mendatang.

“Ke depan tantangan kita lebih keras lagi. Sebab,  PDAM Way Rilau punya utang. Saya minta kepada jajaran PDAM kerja dengan baik. Jika kerja baik, hasilnya akan baik. Harus kompak,” kata Herman HN pada  acara Capacity Building Mitigasi Penyerapan Air Minum Curah KPBU-SPAM PDAM Way Rilau, Rabu (31/7) di Hotel Emersia Bandarlampung.

BACA: Korupsi Proyek SPAM, KPK Jebloskan Satu Keluarga ke Penjara

Herman HN juga meminta  jajaran direksi PDAM Way Rilau untuk menekan kebocoran keuangan dengan cara melakukan kerjasama dengan perbankan dan mart-mart untuk memudahkan pelanggan bayar tagihan.

“Celah untuk nakal nggak ada lagi kalau kerjasama dengan mart-mart (maksudnya tokok swalawan, Red. ). Saya minta direktur tehnik dan umum semua uang harus melalui perbankan ini upaya untuk memudahkan masyarakat yang akan bayar,” pintanya.

Herman HN mengusulkan agar pemasangan pipa air dari jalan ke rumah pelanggan harus di atas tanah.

“Biasanya orang menyambung -nyambung itu dari pipa sebelum masuk ke meteran, supaya tidak ada kebocoran pipa dari jalan ke meteran harus di atas tanah,” jelas Herman HN.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau, AZP Gustimego,  menjelaskan KPUB dengan PT Adhya Tirta Lampung (ATL) menargetkan tahun 2024 terpasang 60 ribu sambungan rumah tangga.

Ia meminta jajarannya bekerja lebih keras lagi dan setiap karyawan PDAM diwajibkan untuk mendapatkan 100 pelanggan baru.

“Kita  tidak boleh main-main. Sebab itu saya sudah menerbitkan SK yang mewajibkan setiap karyawan PDAM harus mendapatkan pelanggan baru sebanyak 100 sambungan rumah,” jelasnya.

KPBU-SPAM PDAM Way Rilau melakukan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan PT Adhya Tirta Lampung (ATL). Pada Februari 2018, proyek itu  senilai Rp1,2triliun.

Dalam kerjasama itu PT ATL sebagai pemenang lelang berkewajiban membangun Sistem Pembangunan Air Minum (SPAM) di Bandarlampung yang memiliki kapasitas 825 liter/detik di Tegineneng dan  pembangunan reservoir dengan kapasitas 10.000 meter kubik/detik.

Anggaran SPAM-KPBU di Bandarlampung tersebut berasal dari Rp700 miliar PT ATL, Rp150 milyar APBD Pemkot Bandarlampung, dan Rp235 miliar dari Kementrian PUPR.

Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Bandarlampung beberapa sempat membuat heboh terkait kasus korupsi. KPK sudah menetapkan satu keluarga sebagai tersangka dalam kasus Korupsi Proyek SPAM di Bandarlampung, yaitu Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare.

Anggiat diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Bandarlampung.

Data yang didapat Teraslampung.com menunjukkan SPAM Bandarlampung diperkirakan akan memiliki nilai investasi sebesar Rp 1,1 triliun dengan perincian KPBU Rp 155 miliar, APBN Rp 674 miliar, dan APBD Rp 276 miliar.

 

Dandy Ibrahim

Loading...