Walikota Minta Para Camat di Bandarlampung Waspadai Stunting

  • Bagikan
Walikota Eva Dwiana menandatangani komitmen bersama Rembuk Stunting, Selasa (4/5/2021).
Walikota Eva Dwiana menandatangani komitmen bersama Rembuk Stunting, Selasa (4/5/2021).

TERASLAMPUNG.COM–Meskipun tidak ada kasus stunting di Bandarlampung, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana meminta kepada kecamatan- kecamatan di Kota Bandarlampung untuk memperhatikan setiap warganya yang mempunyai anak-anak agar tidak terkena stunting.

“Tadi peneliti dari Unila bicara bahwa di Bandarlampung sudah tidak ada lagi kasus stunting. Artinya wilayah kita bebas dari masalah stunting. Pernah ada kasus stunting yang ditangani oleh Pemkot tapi anaknya sudah berumur 25 tahun,” kata Eva Dwiana usai memberi sambutan dan penandatanganan komitmen bersama pada acara pembukaan Rembuk Stunting Kota Bandarlampung di Ruang Tapis Berseri, Selasa 4 April 2021.

Meski Bandarlampung tidak memiliki kasus stunting, walikota mengingatkan kepada para camat untuk tetap waspada terutama bagi warga yang masih memiliki anak kecil.

“Kita harus tetap waspada, jangan lengah agar tidak terkena stunting. Pengarahan ini harus kita berikan pada ibu-ibu hamil, penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, jangan sampai terjadi lagi,” ujar Walikota Eva Dwiana.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Edwin Rusli menjelaskan ada 4 kecamatan di Kota Bandarlampung yang masih rawan stunting.

“Kecamatan Panjang, Tanjungkarang Barat, Telukbetung Timur dan Kedaton. Penyebab Stunting itu adalah kurang gizi yan spesifik tapi dengan penambahan gizi yanga baik Insyaalah akan membaik,” jelas Edwin.

Upaya yang dilakukan oleh Pemkot untuk mencegah stunting kata Edwin Rusli yaitu dengan memberikan gizi tambahan di puskesmas-puskemas dan posyandu.

“Penurunan stunting di Kota Bandarlampung dari 5,6 persen sekarang 5,2 persen. Dan untuk menekan stunting kalau anak yang kurang gizi datang saja ke puskemas nanti diberikan makanan tambahan,” kata Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan