Beranda Teras Berita Wamenag Ingatkan Warga Indonesia Cermat Sikapi Gerakan ISIS

Wamenag Ingatkan Warga Indonesia Cermat Sikapi Gerakan ISIS

150
BERBAGI
Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Ist/dok Kemenag)

JAKARTA, Teraslampung.com — Sepak terjang (ISIS) masih menjadi sorotan termasuk di Indonesia, sebab gerakan ini dinilai  bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Menurut Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, warga negara Indonesia harus hati-hati menyikapi sepak terjang gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). Meskipun memakai label Islam, kata Wamenag, gerakan ISIS bertentangan dengan ajaran Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

“ISIS jauh lebih kejam dibandingkan Al Qaeda karena sasarannya termasuk kaum muslimin.  Namun demikian, tolok ukur dalam menyikapi gerakan ISIS harus cermat. Kita jangan ‘meng-ISIS-kan’ orang yang bukan ISIS. Sebaliknya, jangan menafikan orang yang benar-benar ISIS, ” kata Wamenag  saat mengikuti dialog terbuka “Warning ISIS Antara Ideologi Agama Vs Gerakan Politik Global, di Aula Sasana Amal Bakti Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (14/08).

Selain Wamenag, hadir sebagai pembicara di antaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, Direktur The Nusa Institute Dr. Hamka Hasan, Mantan Duta Besar RI untuk Syiria Muhammad Muzammil Basyuni dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Teguh Santosa. Acara dimoderatori oleh peneliti Faried F. Saenong.

Wamenag berharap dalam menangani masalah ISIS tidak mengulangi kejadian di masa Orde Lama dan awal Orde Baru. Pemerintah kala itu juga dihadapkan persoalan serupa yang dikenal dengan sebutan Komando Jihad. Celakanya, gerakan itu dijadikan alat politik.

“Siapa pun yang tidak sepaham dengan pemerintah dibilang Komando Jihad dan ditangkap. Jadi kita perlu clear soal ISIS. Kita tidak mau diperintah kepentingan atau orderan politik untuk tegakkan kebenaran,” tegasnya.

Menurut Wamenag, jika ada yang memenuhi kriteria ISIS maka harus ditindak. Ia berharap masyarakat sadar bahwa tidak semua simbol bertuliskan kalimat syahadat itu disebut ISIS.

“Kita tidak boleh ISIS-kan yang non ISIS. Itu ibarat mengkucingkan harimau atau mengharimaukan kucing,” ujarnya.

Wamenag mengatakan, ISIS  bisa besar seperti seperti sekarang karena memiliki dana besar dengan menguasai ladang-ladang minyak di Iraq, menguasai IT serta memiliki jarigan perdagangan senjata internasional serta para pejuangnya memiliki keberanian luar biasa dalam pertempuran melawan tentara Iraq dan Syiria serta sesama pejuang di Suriah. (R)

Loading...