Wapres Ma’ruf Amin Minta Ulama tidak Terjebak Kekuasaan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada hari ini meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Pondok Pesantren Darujannah, Jakarta. Foto: Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada hari ini meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Pondok Pesantren Darujannah, Jakarta. Foto: Setwapres
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengajak seluruh ulama untuk tidak terjebak pada kekuasaan. Ia meminta ulama lebih mengutamakan perbaikan akidah dan ekonomi umat.

“Saya berharap kita tidak terjebak pada aspek kekuasaan, karena kekuasaan itu bukan kewenangan kita, kekuasaan adalah kewenangan Allah,” kata Ma’ruf saat membuka Muktamar Nasional ke-25 Rabithah Alawiyah melalui konferensi video, Sabtu, 4 Desember 2021.

Baca Juga
Potensi dan Tantangan Pemulihan Ekonomi Indonesia 2022

Wapres mengatakan penguatan akidah dan ekonomi umat di era globalisasi merupakan tugas mendesak yang harus dipikul para ulama.

“Perbaikan yang harus kita lakukan sekarang ini, yang menurut saya paling mendesak, pertama tentu saja akidah dan yang kedua adalah memberdayakan umat Islam melalui penguatan ekonomi umat,” katanya.

Penguatan akidah umat, kata Ma’ruf, penting agar prinsip himayatul ummah dalam ajaran Islam tetap terjaga. Yakni melindungi umat dari praktik-praktik kehidupan yang dilarang agama. “Penguatan akidah umat ini penting supaya tidak goyah, kita menjaga umat dari akidah dan pemahaman yang menyimpang. Ini harus kita jaga terus, kita mengawal terus,” tutur Ma’ruf Amin.

Wapres juga mengatakan kunci keberhasilan umat Islam adalah terbangunnya persaudaraan Islam atau ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah Islamiyah tersebut, juga harus diikuti dengan ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

“Ukhuwah Islamiyah ini menjadi kunci. Saya kira tema dari Muktamar ini tepat sekali, sebab itu kunci. Tanpa ukhuwah itu kita akan hancur,”kata Ma’ruf Amin.

TEMPO