Warga Abungpekurun Lampung Utara Tenggelam di Bendungan Way Rarem

Sejumlah warga terlihat berupaya mencari keberadaa Heri Sandi yang dikabarkan tenggelam ke dalam cekungan bendungan Way Rarem, Abungpekurun, Lampung Utara, Jumat (2/12/2022).
Sejumlah warga terlihat berupaya mencari keberadaa Heri Sandi yang dikabarkan tenggelam ke dalam cekungan bendungan Way Rarem, Abungpekurun, Lampung Utara, Jumat (2/12/2022).
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby Handana | Teraslampung.com

Abungpekurun–Seorang warga Desa Pekurun Tengah, Abungpekurun, Lampung Utara dikabarkan tenggelam di bendungan Way Rarem yang terletak di kecamatan tersebut, Jumat (2/11/2022) sekitar pukul 17.30 WIB.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, warga yang ‎tenggelam di cekungan bendung itu bernama Heri Sandi (30). Yang bersangkutan tenggelam ke dalam cekungan setelah terpeleset saat hendak membersihkan gulma di bibir cekungan.

“Sebelum kejadian, Heri Sandi sedang membersihkan gulma di sana. Nahas, ia terpeleset ke dalam dan masuk ke dalam cekungan,” kata Camat Abungpekurun, Bauhori‎, Jumat malam (2/12/2022).

Sebelum kejadian itu, Heri Sandi ditemani oleh adik kandungnya.‎ Melihat kakaknya terjatuh ke dalam cekungan, sang adik pun langsung bergegas turun untuk membantu. Namun, meski telah berupaya, Heri Sandi tak mampu ditemukan. Ia pun segera ke luar dan memberitahukan kabar tersebut.

“Begitu tak berhasil untuk menemukan kakaknya, adiknya segera memberitahukan kabar ini agar mendapatkan pertolongan untuk sang kakak,” terangnya.

Bauhori mengatakan, saat ini mereka sedang menunggu kedatangan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD Lampung Utara. Keberadaan tim itu sangat mereka nanti agar Heri Sandi dapat segera diselamatkan.

“Sudah kami hubungi. Katanya sedang dalam perjalanan ke sini,” jelas dia.

Di sisi lain, Sekretaris BPBD Lam‎pung Utara, Iwan Sagitariza membenarkan jika pihaknya sedang menyiapkan tim berikut peralatan yang dibutuhkan untuk proses evakuasi Heri Sandi. Meski begitu, ia menjelaskan, proses evakuasi tidak dapat mereka lakukan pada malam ini. Sebab, prosedur standar mereka memang tidak membenarkan proses evakuasi di malam hari.

“Kami juga akan bekerja sama dengan pihak Basarnas untuk proses evakuasi di sana,” tuturnya.