Beranda Hukum WNI Asal Lampung Ini Dibunuh, Dimutilasi, dan Dimasak oleh Pacarnya Sendiri di...

WNI Asal Lampung Ini Dibunuh, Dimutilasi, dan Dimasak oleh Pacarnya Sendiri di Australia

53
BERBAGI
Mayang Prasetyo alias Febri, warga Lampung yang dibunuh di sebuah apartemen di Brisbane, Australia. (Foto dok brisnanetimes.com)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Polisi Australia akhirnya mengungkap jati diri warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban mutilasi di Brisbane, Australia, Sabtu lalu (4/10).

Wanita yang dibunuh dan jasadnya dipotong-potong kemudian dimasak sup cairan itu  tak lain adalah Mayang Prasetyo alias Febri (27 tahun), seorang WNI asal Lampung yang berdomisili di Brisbane. Mayang diduga dibunuh dan dimutilsasi oleh pacarnya sendiri, Marcus Peter Volker.

Identitas korban diungkap oleh Direktur Informasi Kementerian Luar Negeri,  Sofia Sudharma, pada Senin (6/10/2014).Menurut Sofia, berdasarkan hasil penyelidikan polisi setempat Mayang Prasetyo dibunuh pada Sabtu (4/10/2014) pukul 9 malam waktu Brisbane.

“Setelah  dibunuh, dimutilasi dan direbus oleh kekasihnya, Markus Peter Volke warga Australia di apartemen mereka di Teneriffe, Brisbane, Queensland,” kata Sofia.

Menurut Sofia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) telah berkoordinasi dengan polisi Brisane yang sedang melakukan investigasi, namun hasilnya belum final. KJRI Sydney juga sedang berkoordinasi dengan KJRI Melbourne tentang detail informasi mengenai pembunuhan Mayang Prasetyo.

Baca Juga: Ibu Mayang Prasetyo Sangat Sedih dan Terpukul

Kepolisian Australia mengungkap kasus pembunuhan ini setelah menerima laporan dari penghuni apartemen di Teneriffe, Brisbane, Australia tentang adanya bau busuk.

Polisi kemudian menggeledah salah satu ruangan di apartemen tersebut yang diduga menjadi asal dari bau busuk tersebut. Ketika menggeledah itulah polisi menemukan potongan tubuh manusia. Saat akan ditangkap polisi, pelaku melarikan diri kemudian bunuh diri di dekat sebuah tong sampah yang berjarak sekitar 100 meter dari TKP.

Pihak kepolisian Brisbane mengungkapkan, saat hendak ditangkap polisi, pelaku melarikan diri kemudian bunuh diri di dekat sebuah tong sampah yang berjarak sekitar 100 meter dari TKP.

Berdasarkan data polisi, diketahui pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai  koki di kapal pesiar. Korban berasal dari Melbourne dan baru pindah sementara ke Brisbane sekitar 6 bulan lalu.

Hingga kini, sejumlah media di Australia menempatkan berita kematian Mayang sebagai berita utama. Media online brisbanetimes.com, misalnya, pada Selasa (7/10) menulis judul “ Friends pay tribute to ‘amazing soul’ killed in Teneriffe murder suicide”.

 

Media tersebut menyebut jati diri korban dan pelaku secara jelas. Misalnya, Peter Volke digambarkan sebagai pria yang sejak mudanya memiliki tatapan tajam. Sedangkan Mayang Sulistyo disebut sebagai seorang transgender pemain kabaret.

Sebelumnya, brisbanetimes.com juga mengungkapkan bahwa pembunuh berdarah dingin itu memiliki kepribadian aneh: di beberapa statusnya di Facebook menulis sebsgai penyayang perempuan dan binatang, tetapi faknya dia tega membunuh.

Kurang dari sebulan sebelum dirinya memutilasi Mayang, ia mengunggah sebuah tautan berita tentang seorang lelaki yang dikeroyok karena dirinya membela kaum perempuan. Pada bulan Juni lalu, Marcus juga mengungkap kemarahannya ketika dua orang perempuan India digantung oleh sekelompok lelaki yang memperkosa mereka beramai-ramai.

Media Australia,  The Courier-Mail, mengungkapkan Mayang Prasetyo berasal dari Lampung. Courier juga menulus pria pembunuh Mayang sebagai sosok yang ‘bermata tajam’ sejak masih sekolah di SMA.

Nining Sukarni, ibunda Mayang, mengaku nama asli Mayang adalah Febri. Kata Nining, Mayang menjadi tulang punggung keluarga dan menyekolahkan dua adik perempuannya yang berusia 18 dan 15 tahun.

Baca: Untuk Tes DNA, Tim Dokter Polda Lampung Ambil Sampel Darah Ibunda Mayang Prasetyo

Baca: Ibunda Mayang Prasetyo Memaafkan Marcus Peter Volke