Beranda Iklan Advetorial Warga Berharap Arinal Lestarikan Adat Leluhur di Tanggamus

Warga Berharap Arinal Lestarikan Adat Leluhur di Tanggamus

250
BERBAGI

Tanggamus —Jika terpilih menjadi Gubernur, Arinal Djunaidi, harus bisa menjaga dan melestarikan adat istiadat, budaya, dan tradisi leluhur, di Pekon yang ada di Tanggamus. Agar tidak tergerus jaman, dan kehilangan karakter daerah.

Jhoni, salah seorang warga Tanggamus mengatakan melestarikan budaya bukan hanya ucapan, tapi juga sudah banyak berdasarkan hasil penelitian, yang menunjukkan bahwa masyarakat di Pekon yang ada di Tanggamus masih melestarikan adat istiadat serta kebudayaan mereka, walaupun terjadi sedikit perubahan karena arus globalisasi, tapi beberapa kegiatan sosial seperti gotong royong antar warga dan ronda malam juga masih rutin dilakukan.

“Kehidupan Masyarakat yang telah berbaur dan menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat lainya khususnya dengan masyarakat Lampung pendatang dan penduduk Lampung asli,” kata Jhoni (40), warga Talang Padang, kepada Tim Media Berjaya, di sekitar Lapangan Tangsi, lokasi Jalan sehat berhadiah, menghadirkan Dewi Persik, dan Tata Aghata, Sabtu (16/12).

Menurutnya, masyarakat Pekon di Tanggamus dengan kehidupan sosial budaya yang perkembangan kehidupan sosial budaya masyarakat mempunyai garis keturunan kolonisasi Hindia Belanda di era lampongsche Volksbank pada tahun 1921. “Diantaranya dapat dilihat meliputi peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan dan religi,” katanya

Selain itu, warga juga berharap pada peningkatan kuantitas sektor infrastruktur di Kabupaten Tanggamus . Berbeda dengan kabupaten lain di Provinsi Lampung yang langsung dikerjakan rekanan melalui proses tender, sejumlah wilayah di Tanggamus justru dikerjakan oleh warga setempat.

Hal itu diungkapkan Daryo (42) warga Talang Padang kepada Tim Media Jaringan Arinal Berkarya (JAYA), Sabtu (16/12). ” Khusus di Talang Padang ada beberapa wilayah seperti di Kampung Gisting Bawah yang mengerjakan proyek dari pemerintah dengan tenaga semua nya dari warga, ” kata Daryo.

Alasan warga mengerjakan sendiri proyek itu karena warga ingin berkarya dan berpartisipasi dalam membangun daerah mereka sendiri. Wujud kecintaan terhadap kampung ini menjadikan warga semakin kompak dalam setiap gerak dan laju pembangunan di daerah mereka.

” Beberapa diantaranya berdasarkan usulan warga sendiri. Artinya, warga menjemput bola dan berinisiatif baik dalam pengusulan dan terjun langsung sebagai pekerja, ” imbuh Daryo.

Selain itu, lanjut Daryo, keinginan warga untuk mengerjakan sendiri proyek dari pemerintah, adalah untuk merasakan hasil karya asli dari inisiatif warga. Waega tidak ingin pembangunan di wilayah mereka dikerjakan rekanan.

Hal itu dtegaskan wadga dikarenakan warga menilai unsur cari keuntungan akan berdampak pada kualitas proyek.

“Bukan tidak percaya dengan rekanan, ya kita tau sendiri selama ini seperri apa pembangunan jiia dikerjakan rekanan. Makanya warga di sini justru memberanikan diri agar mereka secara langsung yang mengerjakan proyek yang sudah ditetapkan pemerintah, ” tandasnya.

(ADVETORIAL )

Loading...