Beranda News Internasional Warga Christchurch Bantu Korban Teror Penembakan di Selandia Baru

Warga Christchurch Bantu Korban Teror Penembakan di Selandia Baru

330
BERBAGI
Warga menaruh bunga sebagai penghormatan kepada para korban serangan masjid di dekat Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, 16 Maret 2019. REUTERS/Jorge Silva

TERASLAMPUNG.COM — Sejumlah warga Kota Christchurch, Selandia Baru, mencoba membantu menyelamatkan para korban penembakan di Selandia Baru oleh terdakwa Brenton Harrison Tarrant di dua masjid.

Aksi teror Tarrant di masjid Al Noor menewaskan 41 orang dan di masjid Linwood 7 orang. Satu korban meninggal di rumah sakit.

Penembakan, yang terjadi pada saat salat Jumat sekitar pukul 1.40 waktu setempat kemarin, menyasar jamaah salat masjid Al Noor dan masjid Linwood di kota itu.

“Saya melihat orang-orang berlari menyelamatkan diri setelah mendengar rentetan tembakan dari senjata semi-otomatis yang bunyinya seperti petasan itu,” kata Carl Pomare seperti dilansir News pada Jumat, 15 Maret 2019.

Carl melanjutkan,”Kami melihat sejumlah orang terjatuh, mereka ditembaki di depan kami. Carl dan beberapa teman-temannya merupakan warga setempat yang berasal dari daerah Naki Lanbour Hire. Seperti dilansir Sun, Mereka lalu berupaya membentuk pembatas di jalan agar tidak ada warga yang masuk ke lokasi.

Sebelum petugas ambulance tiba di lokasi, Carl dan teman-temannya mencoba membantu para korban yang terluka tembak. “Saya katakan kepada teman saya kita harus melakukan sesuatu,” kata dia.

Carl mengaku menolong salah satu gadis kecil berusia sekitar lima tahun yang terluka tembak dan memasukkannya ke sebuah mobil. Gadis cilik dan ayahnya menjadi korban penembakan. Kondisi keduanya kritis. “Kami berpikir harus segera membawa gadis ini ke rumah sakit atau dia akan meninggal,” kata dia.

Beberapa temannya membantu seorang pria yang punggungnya terkena tiga tembakan selama setengah jam sebelum akhirnya korban meninggal.

“Pelaku penembakan keluar dari masjid mengejar dan orang-orang berlari menjauh,” kata dia.

Carl mengaku saat dia dan teman-temannya membantu beberapa korban penembakan, aksi penembakan masih terdengar di dalam masjid.

“Kami sangat rentan saat itu tapi dalam kondisi seperti itu Anda tidak memikirkan diri Anda sendiri,” katanya.

Netizen memuji tindakan Carl dan teman-temannya sebagai luar biasa dan heroik.

Polisi setempat juga mendapat pujian setelah beraksi menghentikan kendaraan station wagon, yang dikendarai Tarrant untuk melarikan diri.

Tarrant, seperti dilansir CNN, menjalani sidang pertama pada Sabtu, 16 Maret 2019 dan dikenai dakwaan pembunuhan.

Lelaki berusia 28 tahun asal Australia ini terancam hukuman seumur hidup. Polisi mengatakan bakal ada dakwaan tambahan terhadap pelaku penembakan di Selandia Baru atas aksi keji yang belum pernah terjadi di Selandia Baru ini.

Tempo.co

Loading...