Warga Desa Pekurun Minta Pemborong Selesaikan Proyek Jalan

  • Bagikan
Ketua Badan Permu‎syawaratan Desa (BPD) Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara (Lampura), Sunjoyo menunjukkan jalan penghubung di Desanya yang belum selesai dikerjakan dan diduga tak sesuai standar‎.
Ketua Badan Permu‎syawaratan Desa (BPD) Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara (Lampura), Sunjoyo menunjukkan jalan penghubung di Desanya yang belum selesai dikerjakan dan diduga tak sesuai standar‎.

Feaby | Teraslampung.com

KOTABUMI–Ketua Badan Permu‎syawaratan Desa (BPD) Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara (Lampura), Sunjoyo, berharap pihak pemborong  segera merampungkan pembangunan jalan penghubung lima Dusun yang hingga kini belum rampung dikerjakan.

“Warga di sini enggak minta apa – apa mas. Kami cuma mau jalan kami ini bisa selesai dikerjakan sehingga bisa kembali kami gunakan dalam beraktifitas,” tutur dia, belum lama ini.

Menurut Sunjoyo, keengganan warga sekitar melintasi jalan yang baru dikerjakan sekitar 25 persen tersebut disebabkan oleh buruknya kualitas jalan yang sedang dibangun itu sehingga sangat berbahaya dilintasi apalagi saat hujan.

Lambannya penyelesaian pekerjaan tersebut juga disebabkan oleh minimnya pasokan material yang dikirimkan oleh pihak pemasok atau suplayer yang telah ditunjuk. Pasokan material batu yang dikirimkan hanya cukup untuk 475 meter panjang jalan. Sementara panjang jalan yang harus dibangun mencapai sekitar 1,9 Kilometer.

“Yang susah kan masyarakat di sini jadinya karena enggak bisa lewat di jalan itu lagi. Warga lima Dusun terpaksa lewat jalan ‘tikus’ di dalam kebon karena enggak mau tergelincir lewat jalan itu!” tandas dia.

BACA JUGA:   Masih Dipanggil KPK, Alasan Mantan Bendahara Dinas PUPR Lampura Jarang 'Ngantor'

‎Mirisnya lagi, masih menurut pria paro baya ini, sejak‎ jalan ini diperbaiki, Camat Abung Tengah kala itu dijabat oleh Lukmansyah (sekarang Camat Blambangan Pagar) hanya baru sekali meninjau pembangunan jalan yang belakangan terlunta – lunta pembangunannya akibat pasokan material yang jauh dari kata cukup.

“Pak Camat cuma sekali ke sini saat jalan ini mau dibangun,” tuturnya.

Sebelumnya, ‎proyek ‎jalan penghubung PNPM Mandiri Perdesaan Pola Khusus MP3KI  di Desa Pekurun Utara, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara (Lampura) senilai Rp. 227 juta disinyalir tak sesuai standar.

‎Pantauan di lokasi, Selasa (28/4/2016) sekitar pukul 16:00 WIB, jalan jenis Telford atau Onderlagh di Desa tersebut dikerjakan secara serampangan. Bebatuan di atas jalan sepanjang 1,940 meter dengan luas 2,5 meter ini hanya ditabur begitu saja tanpa terlebih dahulu dilapisi pasir dibawahnya.

Parahnya lagi, panjang jalan proyek yang seharusnya selesai pada akhir Maret ini ternyata hanya baru selesai dikerjakan sekitar 475 meter alias sekitar 25 persen.

BACA JUGA:   Disnak Keswan Lampung Susun Peta Jalan Kawasan Ternak

Tak hanya itu, akibat dikerjakan secara serampangan, jalan tersebut tak dapat dilalui oleh para pengguna jalan yang berasal dari lima Dusun di Desa tersebut. Sebab, jalan itu sama sekali tidak dapat dilalui karena membahayakan apalagi saat hujan. Warga terpaksa melalui jalan ‘tikus’ yang ada di dalam kebun warga‎ jika ingin bepergian dengan kendaraan.

Menurut Kelompok Kerja (Pokja) MP3KI Desa Pekurun Utara, Basri, buruknya kualitas jalan yang baru seperempat diselesaikan tersebut tak hanya pada persoalan kurangnya material bebatuan tapi juga pada mekanisme pengerjaan jalan dan lebar jalan. Di mana saat dikerjakan jalan itu tak ditaburkan pasir di bagian bawahnya dan lebarnya kurang sekitar 2 meter yang seharusnya 2,5 meter menjadi 2,3 meter.

Ia juga mengaku sempat ditegur oleh pihak pemasok  karena menyusun bebatuannya dengan cara berdiri. Suplayer keberatan dengan cara tersebut karena khawatir material yang akan disediakan tidak akan cukup.

“Lihat saja batunya enggak dilapisi pasir di bawahnya. Lebarnya juga hanya sekitar 2,3 meter,” terangnya sembari menunjuk jalan tersebut.

  • Bagikan