Beranda Hukum Kriminal Warga Desa Pulau Tengah – Palas Lampung Selatan Tewas Ditembak Begal

Warga Desa Pulau Tengah – Palas Lampung Selatan Tewas Ditembak Begal

484
BERBAGI
Warga dan petugas Polsek Palas siap membawa jasad Sutigo (34), warga Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan yang menjadi korban begal ke RSUD Bob Bazar Kalianda, Minggu sore (7/6/2020). Foto: Teraslampung.com/Ist

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Sutigo (34), warga Desa Pulau Tengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, tewas bersimbah darah setelah ditembak kawanan begal di sekitar tanggul perbatasan antara Lampung Selatan dan Lampung Timur, Minggu (7/6/2020) sekitar pukul 15.20 WIB.

Mansyur, warga Desa Pulau Tengah,  kepada teraslampung.com mengatakan sebelum ditembak korban diduga sempat melakukan perlawanan. Namun, akhirnya korban akhirnya korban tersungkur setelah tembakan timah panas mengenai dadanya.

“Luka tembaknya itu di bagian dada. Nggak tahu kalau ada luka lainnya, soalnya saya hanya berani melihat dari jarak agak jauh,”ujarnya, Minggu (7/6/2020).

Ia menduga, sepertinya korban sempat melawan saat kawanan begal menghadang dan menodongkan senpi kearah korban. Karena sepeda motor korban, tidak sempat dibawa kabur kawanan begal bersenpi tersebut.

“Kejadian pembegalannya sore tadi mas, tapi kejadian persisnya seperti apa, saya tidak tahu karena saya sedang buat lahan penyemaian padi di sawah,” katanya.

Saat itu, kata Mansyur, ia melihat orang sudah ramai diatas sekitaran tanggul. Lalu ia mencoba untuk melihat dan menanyakan ke warga, dan warga bilang ada korban begal yang tewas ditembak. Begitu dilihatnya, ternyata benar korban sudah meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Sekitar setengah jam kemudian petugas kepolisian dari Polsek Palas mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda,”ungkapnya.

Hal senada dikatan warga setempat lainnya, Alfin dan Iyan.

Menurut Alfin, saat kejadian pembegalan itu, ia dan warga lainnya sedang bekerja di sawah. Sebelum kejadian pembegalan itu, korban Sutigo hendak pergi mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Begitu korban berada disekitaran tanggul, tiba-tiba korban langsung dihadang kawanan begal bersenjata api.

“Saat kawanan begal itu meletuskan tembakan, saya dan warga lainnya yang sedang bekerja di sawah mendengar suara letusan senjata api itu. Saat itu juga, kami langsung lari untuk mendekatinya,”ujarnya kepada teraslampung.com.

Para pelaku kawanan begal tersebut, kata Alfin, langsung kabur. Ia dan warga lainnya  melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah mengalami luka tembak tepat di bagian dadanya.

“Kejadianya pembegalannya itu sore tadi sekitar pukul 15.20 WIB, korban mengalami luka tembak di dada sebelah kiri,”jelasnya.

Dikatakannya, para pelaku kawanan begal sadis tersebut, tidak sempat membawa motor korban karena melihat warga yang sedang bekerja di sawah langsung ramai menghampiri lokasi kejadian.

Sementara Kepala desa (Kades) Pulau Tengah, Nuryanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya salah satu warganya yang tewas ditembak oleh kawanan begal. Namun ia tidak bisa menjelaskan mengenai kronologi kejadian pembegalan hingga korban tewas dilokasi kejadian tersebut.

“Ya benar, korban salah satu warga kami. Mohon maaf ya mas, saat ini saya masih di jalan menuju ke lokasi kejadian untuk melihat dan mengevakuasi jasad korban bersama aparat kepolisian Polsek Palas,”ujarnya kepada teraslampung.com.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian Polsek Palas dan Polres Lampung Selatan terkait aksi kawanan begal sadis bersejata anpi yang mengakibatkan korban tewas ditembak di lokasi kejadian.