Beranda News Bandarlampung Warga Eks-Pasar Griya Sukarame Tolak Tinggal di Rusun, Ini Alasannya

Warga Eks-Pasar Griya Sukarame Tolak Tinggal di Rusun, Ini Alasannya

392
BERBAGI
Hasan (tengah), salah satu korban penggusuran Pasar Griya Sukarane oleh Pemkot Bandarlampung sedang memberikan keterangan kepada para wartawan di halaman kantor DPRD Kota Bandarlampung, Rabu (5/9/2018).
Hasan (tengah), salah satu korban penggusuran Pasar Griya Sukarane oleh Pemkot Bandarlampung sedang memberikan keterangan kepada para wartawan di halaman kantor DPRD Kota Bandarlampung, Rabu (5/9/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Warga korban penggusuran Pasar Griya Sukarame menolak tawaran yang diberikan oleh Pemkot Bandarlampung untuk menempati rumah susun (rusun).

Menurut Hasan, perwakilan warga eks-Pasar Griya Sukarame, semua warga eks-Pasar Griya menolak tawaran dari pemkot itu karena persoalan intinya bukan hanya rumah tinggal.

“Kami memulai semuanya dari nol dari awal, kami tidak tau apakah di tempat yang baru kami bisa cari makan, ini yang membuat kami menolak tawaran pemkot,” jelas Hasan kepada awak media di halaman kantor DPRD Rabu (5/9).

Selain kesulitan mencari nafkah jika tinggal di rusun, alasan lainnya adalah mereka enggan berpisah antara satu dan lainnya.

“Kalau kami terima rusun itu, artinya kami dipaksa untuk berpisah antar keluarga, ini sangat berat buat kami,” ujar Hasan dengan mata berkaca-kaca.

BACA:: Pemkot Bandarlampung Siapkan 16 Tempat Tinggal bagi Warga Eks-Pasar Griya

Menurut Hasan, langkah selanjutnya warga eks-Pasar Griya Sukarame Bandarlampung itu akan menempuh jalur hukum.

“Jalur nonlitigasi kami bersama LBH Bandarlampung sudah berupaya semaksimal mungkin tetapi hasilbya nihil, berikutnya kami akan menempuh jalur hukum saja,” tegas Hasan.

Hasan  juga mengaku kecewa dengan sikap anggota DPRD Bandarlampung yang tidak pernah mempedulikan nasib warga eks-Pasar Griya Sukarame yang sudah satu bulan menginap di halaman kantor dewan.

“Kami di sini (halaman kantor Dewan) tidur hanya beralaskan tikar. Malam kedinginan kasihan anak-anak tapi kami sangat kecewa melihat wakil kami yang tidak serius membela nasib kami,” ungkap Hasan.

Sebelumnya pada pertemuan dengar pedapat Komisi 1 dengan jajaran pemkot, pihak pemkot akan memberikan 16 kamar di Rumah Susun Ketapang, Sukamaju, dan Ketguhan.

Selain itu pemkot berjanji anak-anak tetap bisa bersekolah di sekolah terdekat, pemkot juga membantu proses perpindahan warga dan yang terakhir jika ada warga yang ingin pulang kekampung halamannya pemkot akan memfasilitasi.

Dandy Ibrahim

Loading...