Beranda Pendidikan Warga, Guru, dan Siswa SMKN 9 akan Temui Presiden Jokowi

Warga, Guru, dan Siswa SMKN 9 akan Temui Presiden Jokowi

215
BERBAGI
SMKN 9 Bandarlampung yang baru saja ditutup pengoperasiannya oleh Dinas Pendidikan Bandarlampung. (Ilustrasi/IST)

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Berbagai kalangan elemen masyarakat yang peduli dan prihatin  terhadap nasib SMK Negeri 9 Bandarlampung akan tetap terus mengawal permasalahan sekolah yang berada di Jalan ST Badarudin, Kelurahan Susunan Baru, Tanjungkarang Barat tersebut agar tetap ada.

Hartono, salah seorang warga Kelurahan Susunan Baru saat ditemui teraslampung.com di lokasi SMKN 9 Bandarlampung, menuturkan pihaknya bersama warga lainnya, guru SMKN 9, wali murid dan para siswa akan membawa permasalah ini dengan menemui Presiden
Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

“Ya rencananya, kami akan ke Jakarta untuk menemui Pak Jokowi, lalu Mendikbud Anis Baswedan. Berangkat sekitar 120 orang, pakai tiga bus pada Minggu malam nanti,”ujar Hartono, Selasa (19/7/2016).

Menurutnya, setibanya di Jakarta nanti, ia bersama rombongan akan langsung menemui para pimpinan pusat tersebut.

“Harapannya, polemik sekolah SMKN 9 ini agar cepat selesai dan para siswa pun dapat belajar dengan nyaman,” katanya,

Sementara menurut keterangan warga lainnya, Imam,  polemik yang terjadi di SMKN 9 ini semestinya para pimpinan di Lampung seperti, Walikota Bandarlampung, Gubernur Lampung, dan Kepala Dinas Pendidikan duduk bersama untuk segera menyelesaikan permasalah tersebut.

“Ya kami sebagai warga dan wali murid berharap, mereka (pimpinan di Lampung) cepat bertemu dan duduk bersama, agar permasalahan ini cepat selesai,”ungkapnya kepada teraslampung.com.

Menurutnya, jika tidak bertemu dan duduk bersama, maka permasalah yang terjadi di SMKN 9 ini tidak akan selesai.

Imam menuturkan, meskipun mediasi sudah beberapa kali dilakukan, tetapi masalah tak kunjung beres. Sebab, kata Imam, yang datang dalam mediasi hanya perwakilannya masing-masing pihak.

“Sampai hari ini tidak menemui titik terang. Jika masalah ini terus berlarut, maka yang jadi korban adalah masyarakat terutama para siswa,”ungkapnya.

Loading...