Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Warga Korban Banjir di Sidomulyo Lamsel Terima Bantuan Beras Baru

Warga Korban Banjir di Sidomulyo Lamsel Terima Bantuan Beras Baru

226
BERBAGI
Petugas BPBD Lamsel, menyerahkan bantuan beras baru untuk warga korban banjir yang diberikan kepada Kepala dusun (Kadus) Sidosari, Desa Sidomulyo, Edi Paryono, Minggu (5/1/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Warga Perumahan Griya Sidomulyo, Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan yang terkena  banjir pada malam pergantian tahun 2020 kini lega. Sebelumnya mereka kecewa karena bantuan beras yang mereka terima ternyata ada kutunya.

Informasi yang diterima teraslampung.com, bantuan paket sembako untuk warga korban banjir di Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD), pada Jumat pagi (3/1/2020) lalu.

Selain beras kemasan isi 5 Kg, paket sembako yang diberikan berisi minyak goreng, gula pasir, kopi bubuk, teh kotak serta selimut. Bantuan tersebut, diterima langsung puluhan warga yang terdampak banjir.

Meskipun warga korban banjir bersyukur atas bantuan paket sembako yang telah diberikan dari Pemkab Lampung Selatan, namun rasa kekecewaan mereka tidak dapat disembunyikan karena bantuan beras yang mereka terima ternyata berkutu.

“Ya benar, bantuan 5 Kg beras yang awalnya diterima warga ini banyak kutunya. Tapi sekarang warga sudah sedikit lega, karena sudah diganti beras baru yang diserahkan oleh petugas BPBD Lamsel Sabtu pagi kemarin,”kata Kepala dusun (Kadus) Sidosari, Edi Paryono kepada teraslampung.com, Minggu (4/1/2020).

Edi mengatakan, selain membawa bantuan beras baru untuk 30 warganya yang menjadi korban banjir, pada Sabtu (4/1/2020) pagi kemarin. Untuk memastikan kebenaran informasi beras itu berkutu atau tidak, petugas BPBD melakukan pengecekan beras bantuan tersebut yang sudah diberikan ke warga korban banjir.

“Setelah diteliti oleh petugas, ternyata beras bantuan dalam kemasan itu benar ada kutunya bahkan petugas juga sedikit kaget begitu melihatnya,”ungkapnya.

Edi mengaku  tidak mengetahui secara pasti siapa yang telah menginformasikan kalau beras bantuan dari Pemkab Lamsel yang diterima oleh warganya itu banyak kutunya. Namun ia mendengar sudah ramai dibicarakan warganya, kalau beras bantuan yang mereka terima banyak kutunya.

“Yang jelas, adanya bantuan ini saya ucapkan terima kasih kepada Pemkab Lamsel. Semoga bantuan yang sudah diberikan, bermanfaat bagi warga kami yang menerimanya,”jelasnya.

Terpisah, Sekretaris BPBD Lampung Selatan, Afendi saat dikonfirmasi membenarkan mengenai hal tersebut. Ia sudah menyampaikan permohonan maaf kepada warga Dusun Sidosari yang telah menerima bantuan beras, yang mana beras itu terdapat kutu dan itu bukan karena faktor kesengajaan.

“Kami atas nama Pemkab Lamsel mohon maaf, itu bukanlah unsur kesengajaan. Beras itu tidak kami ganti atau ambil lagi, tapi kami tambah lagi dengan beras baru dengan berat sama 5 Kg dan jumlah yang sama warga penerimanya,”ungkapnya.

Untuk memastikan kebenaran informasinya, kata mantan Camat Sidomulyo ini, dirinya bersama beberapa petugas BPBD Lamsel sudah melakukan pengecekan terhadap beras bantuan tersebut yang sudah diberikan kepada warga korban banjir.

“Kalau tidak dilihat secara teliti, memang tidak begitu kelihatan kutunya. Setelah diperhatikan kembali secara detail, memang benar ada kutunya di beras itu,”pungkasnya.

Di ketahui, puluhan rumah warga di Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan terendam banjir setelah diguyur hujan deras selama dua jam mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 20.15 WIB pada malam pergantian tahun, Selasa (31/12/2019).

Ketinggian air yang merendam puluhan rumah warga itu, mencapai pinggang orang dewasa bahkan hingga mencapai 1 meter lebih. Namun tidak ada korban jiwa, warga yang terdampak banjir dievakuasi ke tempat aman di rumah warga di desa setempat.

Banjir yang merendam 30 rumah warga Dusun Sidosari, Desa Sidomulyo itu, diduga dampak meluapnya air dari Sungai Way Kalang. Selain itu juga, karena gorong-gorong yang ada di bawah irigasi terlalu kecil sehingga membuat saluran air tersumbat.

Akibat banjir yang merendam puluhan rumah warga tersebut, mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah Lampung Selatan.

Loading...