Beranda Hukum Kriminal Warga Lamteng Diringkus Polisi saat Bawa Honda CBR Curian

Warga Lamteng Diringkus Polisi saat Bawa Honda CBR Curian

525
BERBAGI
Zaenal Abidin saat diamankan di Mapolsek Kedaton bersama barang bukti sepeda motor Honda CBR hasil curian.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tim khusus Anti Bandit (Tekan) 308 Polsekta Kedaton, meringkus Zaenal Abidin, tersangka pencuri sepeda motor, saat membawa Honda CBR hasil curian di wilayah Kota Sepang, Labuhan Ratu, Senin (29/5/2017) malam lalu sekitar pukul 20.30 WIB.or).

Menurut Kapolsekta Kedaton, Kompol Bismark, warga Desa Negeri Payungan, Pubiyan, Lampung Tengah itu beraksi bersama AR yang saat ini masih buron.

Kapolsekta Kedaton, Kompol Bismark mengatakan, petugas menangkap tersangka Zaenal, pada saat tersangka sedang membawa motor Honda CBR hasil curian di wilayah Kota Sepang, Labuhan Ratu. Tersangka beraksi bersama rekannya berinisial

“AR kabur saat akan ditangkap. Petugas kami masih mengejarnya. AR sudah masuk daftar pencarian orang (DPO),”ujar Kompol Bismark, Selasa (30/5/2017).

Dari tangan tersangka petugas menyita satu unit sepeda motor Honda CBR warna orange dan satu buah kunci letter T yang dipakai tersangka untuk mencuri motor.

Bismark menuturkan, penangkapan tersangka Zaenal berawal dari adanya informasi masyarakat, bahwa ada pelaku percobaan pencurian sepeda motor di wilayah Kampung baru, Rajabasa. Dari informasi tersebut, ditindaklanjuti dan petugas bergerak menuju ke lokasi yang dimaksud.

“Dari tempat tersebut, tersangka Zaenal dan AR (DPO) gagal membawa kabur motor curian karena kepergok dengan warga,”paparnya.

Dikatakannya, berdasarkan keterangan saksi dan mengantongi ciri-ciri para tersangka, dilakukan penyisiran untuk mencari keberadaan tersangka. Dalam pencarian, petugas mendapati kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor berboncengan pergi menuju ke wilayah Kota Sepang.

“Di tempat itu, tersangka Zaenal dan AR kembali beraksi mencuri sepeda motor yang tengah diparkirkan di depan rumah korban,”ungkapnya.

Saat tersangka akan membawa kabur motor tersebut, petugas yang sudah mengintai dan membuntuti tersangka, langsung menangkapnya. Sedangkan rekannya AR, berhasil meloloskan diri dengan mengendarai sepeda motor.

“Tersangka mencuri motor Honda CBR itu, dengan cara merusak stop kontak dengan kunci lettet T,”terangnya.

Bismark mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku baru sekali mencuri sepeda motor. Namun jika dilihat cara tersangka Zaenal dan AR (DPO) mencuri motor dengan kunci T, keduanya disinyalir lebih dari sekali mencuri motor di Bandarlampung. Saat beraksi, tersangka AR (DPO) membawa senjata api (senpi).

“Kalau melihat dari cara kerjanya, tersangka Zaenal dan AR ini lebih dari sekali mencuri motor. Saat beraksi, ada yang memetik motor dan mengawasi sekitar dan mereka saling berganti peran. Untuk LP lainnya, masih dalam pengembangan,”jelasnya.

Terhadap tersangka ini, djerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun.

Loading...