Beranda News Bandarlampung Warga Melawan Keras, Sat Pol PP Tetap Gusur Pasar Griya Sukarame

Warga Melawan Keras, Sat Pol PP Tetap Gusur Pasar Griya Sukarame

387
BERBAGI
Eksavator merobohkan lapak pedagang di Pasar Griya Sukarame, Bandarlampung, Jumat pagi (20/7/2018).

TERASLAMPUNG.COM — Warga pasar griya Sukarame melakukan perlawanan saat tempat usaha dan tempat tinggalnya digusur oleh pemkot Bandarlampung Jumat pagi (20/7).

Sejak pagi aparat Pemkot Bandarlampung dibantu polisi dan TNI siaga depan kantor Dinas PU kota dan satu unit exavator.

Sementara, 150 meter dari aparat pemkot, nampak wargapun bersiaga di depan pasar Griya Sukarame di jalan Pulau Sabesi.

Pada Pukul 08.59 Aparat Pemkot Bandarlampung mulai bergerak dari depan Dinas PU kota, dipimpin Asisten 1 Sukarma Wijaya di belakangnya barisan Pol PP dan anggota BPBD.

Mendekati Pasar Griya Sukarama, pihak LBH Bandarlampung melalui Ilyas meminta kepada Sukarma Wijaya untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.Namun,Sukarma Wijaya menolak dan menyatakan bahwa hari ini lahan harus tetap dikosongkan.

Pukul 09.16 Sukarma memerintahkan Plt Kabag Pol PP Mansi agar Pol PP bergerak membuka jalan yang di barikade oleh warga yang isinya anak – anak dan ibu – ibu.

Mansi memerintahkan Pol PP maju dan eksavator bergerak dibelakang pol pp, pada awalnya Pol PP wanita yang di depan berhadapan dengan warga, melihat gelagat suasana panas, Pol PP laki – laki yang berhadapan dengan warga.

Dari sini dimulai chaos antara pol pp dengan warga, mereka saling dorong teriakan dan tangisan dari anak – anak diacuhkan petugas, warga yang aksi mulai mengungsikan anak – anak yang menangis histeris.

Saling dorong antara warga dan pol pp makin memanas, kalah kekuatan warga terdorong mundur.

Dalam suasana chaos itu, Direktur LBH Bandarlampung Alian mencoba meminta kepada Sukarma untuk menghentikan proses penggusuran.

Pertemuan antara sukarma dan alian memanas sebab permintaan Direktur LBH Bandarlampung itu tidak dipenuhinya.

“Hentikan penggusuran ini atau saya gugat,” teriak alian

Sukarma yang diapit oleh Pol.PP mengatakan “ silahkan gugat,” kata Sukarma.

Suasana panas dorong – dorongan antara warga dibatu mahasiswa dengan petugas semakin parah.

Ada warga yang dibawa ke Puskesmas rawat inap Sukarame karena kelelahan terlihat ada tiga warga yang bernafasnya dibantu oxigen di pudkes itu yang letaknya tidak jauh dari tempat kejadian, ada juga yang harus dibawa ke rumah sakit seorang mahasiswa yang dadanya ditendang oleh petugas pol PP.

Warga yang dibantu mahadiswa serta organisasi buruh kalah jumlah dengan petugas, akhirnya mereka mundur dan selanjutnya exavator mulai merobohkan kios yang paling depan di pasar Griya itu.

Pada pukul 11.20 exavator masih terus menggerus kios datanglah Kepala Ombudsman RI (ORI) perwakilan Lampung Nur Rakhman.

Nur Rakhman bersama Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi menemui Asisten 1 Pemkot Sukarma Wijaya untuk berunding.

Selanjutnya Sukarma mengajak Nur Rakhman, Alian perwakilan warga dan awak media mengelar perundingan tidak di tengah jalan tapi minjam ruangan rapat kantor KPU kota.

Dalam pertemuan tersebut kepala ORI perwakilan Lampung ingin mendapat masukan baik dari pemkot, warga dan LBH Bandarlampung selaku kuasa warga.

Setelah mendengar masukan semuanya Nur Rakhman menilai ini masalah ada kebuntuan informasi, selanjutnya semua yang berkompeten diajaknya untuk berunding di kantor ORI perwakilan Lampung.

“Saya melihat kasus ini tidak perlu terjadi jika komunikasinya lancar, nah ini harus diselesaikan secpatnya saya siap menjadi mediator dalam masalah ini,” ujar Nur Rakhman.

Dandy Ibrahim