Beranda Virus Corona Warga Mudik Lebih Awal karena Virus Corona, Ini Saran Antoni Imam

Warga Mudik Lebih Awal karena Virus Corona, Ini Saran Antoni Imam

369
BERBAGI
Antoni Imam membagikan nasi kotak kepada warga masyarakat Lampung Selatan yang terdampak merebaknya kasus virus corona, Sabtu (28/3/2020). Kelompok masyarakat yang terdampak secara ekonomi menurut Antoni adalah para buruh atau pekerja lepas.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN–Di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19, warga Lampung yang selama ini merantau di Jakarta mulai beramai-ramai mudik ke kampung halaman. Artinya, mereka kemungkinan besar akan menghabiskan waktu hingga puasa Ramadhan atau Idul Fitri alias mudik lebih awal.

Menghadapi kondisi ini, anggota Komisi V anggota DPRD Lampung, Antoni Imam, menyarankan Pemprov Lampung melakukan penanganan yang serius dan taktis.

“Warga Lampung mulai mudik lewat penyeberangan Pelabuhan Bakauheni. Ini perlu penanganan yang lebih serius dan ekstra keras agar penyebaran virus Covid-19 khususnya di pintu masuk dan keluar Provinsi Lampung bisa dicegah,” kata Antoni Imam kepada Teraslampung.com, Minggu, 29 Maret 2020.

Antoni Imam mengatakan, soal penanganan pemudik di tengah pandemib virus corona sudah pernah dibahas pada  rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Lampung dengan Kepala Dinas Kesehatan  Lampung, Direktur Rumah Sakit, Polda Lampung, Korem 043/Gatam, Kodim serta tim Bravo 5, pada Selasa (24/3/2020) lalu.

“Salah satu yang jadi sorotan kami dari Komisi V DPRD saat dengar pendapat itu adalah  mengenai penanganan pencegahan penyebaran virus Covid-19 khususnya di pintu masuk dan keluar di Lampung seperti di Pelabuhan Bakauheni, Panjang, Bandara, Perbatasan Lampung-Palembang di Way Kanan, Mesuji di Danau Ranau-Lambar dan perbatasan Lampung-Bengkulu di Lampung Pesisir Barat,” katanya.

Menurut Antoni Imam,  penanganan pencegahan Covid 19 ini tidak bisa dilakukan secara standar begitu saja.

“Harus dilakukan cara yang luar biasa tidak boleh main-main penanganannya untuk di pintu masuk dan keluar khusunya di Lampung dan Sumatera,” ujarnya.

Dikatakannya, Pelabuhan Bakauheni ini sangat strategis sekali karena sebagai pintu utama masuk dan keluarnya wilayah Sumatera dan juga sebagai wilayah yang paling dekat dengan wilayah Jabodetabek yang notabanenya sekarang ini sebagai zona merah terjangkit wabah virus Covid-19.

“Pelabuhan Bakauheni ini hubungannya sangat luas, sehingga banyak warga yang berada di sana dan kecenderungan lalu lintas mereka ke lampung atau sebaliknya sangat tinggi. Kemudian efisientrum ekonomi daerah tersebut, dan lalu lalang barang logostik juga sangat tinggi,”ungkapnya.

Mestinya, kata politikus PKS ini, hal mendapat perhatian khusus karena kondisinya sekarang ini di tengah mewabahnya virus Covid-19 sangatlah tidak normal.

“Semua pemangku kepentingan atau steakholder harus bersinergi, apalagi sudah ada tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 yang diketuai Sekdaprov. Artinya, tinggal bagaimana implementasinya di lapangan. Pertama personelnya yang dipersiapkan, lalu peralatannya termasuk peralatan untuk mendeteksi dan juga alat pelindung diri (APD),” kata dia.

Pola pencegahan virus corona di Lampung, kata Antoni Imam, tidak hanya dilakukan dengan cara yang standar saja.

“Harus lebih diperketat lagi sebelum kondisinya sulit diatasi seperti adanya protokol atau ada protap khusus penangannya. Ketika masih dibuka, syaratnya itu tadi harus ada petugas khusus dan protapnya ketika kondisi skala tertentu. Misalnya Lampung kondisinya zona merah, sehingga harus ditutup maka pemerintah bisa saja menutup atau hanya barang saja yang boleh melintas. Hal ini, sudah kita sampaikan saat rapat dengar pendapat,”bebernya.

Selain memperketat pintu keluar-masuk Lampung, kata Antoni, harus pula ada pelacakan atau tracing orang-orang yang keluar-masuk Lampung.

“Harus dilacak  darimana asal warga yang mau masuk ke Lampung, tujuannya mau ke mana, apakah ia berasal dari daerah merah penyebaran virus corona. Harus detail seperti itu. Protokol Kesehatan yang diterbitkan pemerintah kan memang kita semua harus waspada. Kita tidak tahu orang itu terjangkit virus corona atau Covid-19 atau tidak, karena munculnya virus tidak seketika itu saja dan itu juga sudah disampaikan pada sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Antoni menyarankan, pintu-pintu masuk ke Lampung khususnya Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang , dan Bandara Radin Inten II harus segera disiapkan Satgas khusus penanganan Covid-19.

“Tidak cukup hanya dilakukan pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan saja, dan itulah salah satu fungsi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Karena Gugus Tugas ini, dari lintas pemerintahan juga lintas instansi,”terangnya.

Saat disinggung mengenai Alat Pelindung Diri (APD), Antoni Imam mengatakan, sudah menyampaikan hal itu saat rapat dengar pendapat, khususnya untuk tim medis (dokter dan perawat) sebagai pahlawan kesehatan menangani pasien Covid-19 harus diberikan fasilitas sebagai penunjang kesehatan mereka dan pasien yang positif virus Covid-19, PDP dan ODP.

“Jangan sampai mereka (tim medis) sebagai garda terdepan, dinyatakan suspect virus Covid-19. Selain APD untuk tim medis,perlu juga APD untuk anggota Polri dan TNI,” katanya.

Menurutnya, pencegahan penyebaran virus Covid-19 tidak orang saja yang dilakukan pemeriksaan tapi juga kendaran, sehingga personel dari Polri dan TNI juga perlu menggunakan APD sesuai standar.

“Untuk anggarannya juga sudah disampaikan, kemungkinan ditambah dan mudah-mudahan apa yang dibutuhkan tersedia. Jangan sampai anggarannya sudah disiapkan dan uangnya ada, ternyata APD yang dibutuhkan tidak ada karena negara-negara luar sudah diberlakukan lockdown. Mudah-mudahan, tidak sampai terjadi,”ujarnya.

Antoni Imam menegaskan, dengan mewabahnya virus Covid-19 ini, harus dilakukan dengan cara-cara luar biasa dan terpadu, bahkan bila perlu melibatkan pemerintah pusat juga bila perlu karena ini harus benar-benar serius penanganannya. Selain itu juga, semua pihak bersatu padu memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat dengan keadaan situasional sekarang ini.

“Keterpaduan kebijakan antara Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi harus diterapkan, dan juga harus melibatkan sebanyak mungkin para ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dari berbagai lintas agar memberikan himbauan di Masjid, Gereja, Kuil dan Pure karena ini bisa memberikan ketenagan kepada warga,”ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, harus memahami situasi yang sedang terjadi sekarang ini dengan mewabahnya virus Covid-19, karena kalau tidak diputus mata rantai penyebarannya sangat membahayakan. Selain itu juga, masyarakat harus mengikuti himbauan yang sudah disampaikan oleh pemerintah.

“Tapi di sisi lain juga jangan sampai membuat kepanikan dan kecemasan warga. Seperti halnya penyampaian OPD dan PDP. Itu harus oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, agar tidak terjadi kesimpangsiuran data dan salah persepsi. Sebab, kalau salah persepsi  bisa berdampak kepanikan sehingga daya tahan tubuhmya menjadi lemah begitu juga psikisnya,”tandasnya.

Loading...