Warisan Budaya Kota Bandarlampung: Catatan untuk Walikota Baru

  • Bagikan
I.B. Ilham Malik

Dr. Eng. I.B. Ilham Malik
Alumni Urban Planning The University of Kitakyushu Jepang

Kita berhadapan dengan perubahan Kota Bandarlampung yang cukup cepat, yang menuntut setiap pihak harus dapat beradaptasi dengan fenomena perubahan wujud fisik kota. Kita bisa melihat ada begitu banyak bangunan baru yang muncul dimana-mana yang bisa berupa bangunan komersial maupun bangunan perkantoran, dan juga pusat perbelanjaan hotel dan bahkan permukiman. Kondisi ini tentu saja memberikan secercah harapan kepada kita semua karena kita juga menyadari bahwa yang namanya kota membutuhkan pembaharuan dan pembaharuan itu bisa dilakukan atau berwujud secara fisik dan juga nonfisik.

Kalau pembaharuan itu berwujud fisik maka pembaharuannya bisa seperti yang sekarang terjadi yaitu ada beberapa bangunan lama yang kemudian berubah wujud secara fisik. Dari tempat tinggal atau rumah tinggal berubah menjadi bangunan komersial seperti rumah toko atau ruko, perkantoran ataupun hotel dan bahkan pusat perbelanjaan kondisi ini.

Meskipun juga memberikan harapan baru pada kita semua karena ada pembaharuan pada wujud fisik kota, namun  pada sisi lainnya juga kita harus menyadari bahwa ada beberapa bangunan lainnya yang mungkin perlu dilindungi keberadaannya. Bahkan, bangunan-bangunan itu harus di pelihara, harus dirawat, dan kemudian menjadi objek kunjungan wisata. Dengan begitu, bisa dinikmati oleh masyarakat kota dan sejarahnya dapat diceritakan kepada seluruh warga kota, sehingga yang namanya kota sejarahnya dapat jelas runtutan ceritanya.

Kalau sekarang ini harus kita akui bahwa tuntutan cerita terkait dengan munculnya kota Bandar Lampung masih bersifat administratif. Namun, kalau kita bicara dari mana wujud fisik kota itu muncul, lalu kenapa dia kemudian bisa menyebar ke kondisi wujud fisik seperti yang sekarang ini, keruntutan ceritanya secara teknis masih belum terekam dengan baik. Bahkan, secara arsitektural dan juga dari sisi perencanaan kota, kita masih membutuhkan waktu untuk melakukan telaah untuk mengetahui apa yang muncul di area kota lama yang kemudian memberikan pengaruh pada percepatan pembangunan di kawasan sekitarnya, yang akhirnya mengubah wujud fisik kota yang semula kecil bisa menjadi wujud fisik kota yang cukup besar seperti yang sekarang ini terjadi.

Secara administrasi kita juga tahu bahwa sebelumnya kota ini berada di Telukbetung yang kemudian merembet menjadi Telukbetung dan Tanjungkarang. Akhirnya kemudian berubah menjadi Kota Bandarlampung. Hal ini menandakan bahwa ada perubahan wujud fisik kota yang kemudian memberikan dampak pada perubahan batas administrasi kota yang semula adalah kawasan bisnis distrik sekala kecil, yang kemudian merembet membesar ke arah tanjung karang. Dan akhirnya mengubah secara administrasi batas administrasi Kota Bandarlampung.

Semua ini harus diceritakan harus ada ceritanya juga bagaimana wujud fisiknya dahulu dan ada bangunan apa saja di sana. Telukbetung dan Tanjungkarang memiliki aktivitas apa saja, yang kemudian menjadikan Kota Bandarlampung seperti sekarang. Runtutan cerita yang mengarahkan kita atau menjelaskan kepada kita terkait dengan apa dan bagaimana berkembangnya Kota Bandarlampung. Hal itu akan membantu kita untuk semakin mencintai Kota Bandarlampung. Dan secara bersama-sama kita dapat menjaga apa yang sudah kita bangun saat ini. Juga secara bijak memutuskan apa yang bisa dibangun pada saat ini. Sebab,  apa pun yang dibangun pada saat ini akan memberikan pengaruh pada kondisi kota di masa yang akan datang.

Warisan bangunan di Kota Bandarlampung ini juga harus dapat didata dan kemudian didokumentasikan dengan baik. Kita sangat membutuhkan peran serta dari berbagai macam kalangan untuk bersama-sama mendokumentasikan bangunannya secara fisik, berupa foto, dan aneka peninggalan lainnya. Namun,  juga mesti dilengkapi dengan cerita atau deskripsi sejarah munculnya bangunan itu. Termasuk juga kenapa desain seperti itu dan penempatannya kenapa berada di lokasi tersebut.

Dengan begitu, generasi akan datang dapat mengetahui secara detail bagaimana kondisi bangunan yang kita sebut kenapa juga dia berada di situ. Kemudian akhirnya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat kita di masa yang akan datang tentang bagaimana kota mereka tumbuh dan berkembang. Di sisi lain, kita juga akhirnya bisa tahu siapa yang memberikan kontribusi besar pada perkembangan Kota Bandarlampung, faktor apa juga yang memberikan pengaruh pada munculnya Kota Bandarlampung, dan faktor ekonomi yang bagaimana yang membuat aktivitas kota kita bisa menjadi seramai seperti sekarang.

Mungkin di masa yang akan datang Kota Bandarlampung akan semakin ramai. Kondisi ini yang harus dapat dipertahankan dengan baik, dianalisis dengan baik, sehingga dapat memberikan arahan kepada generasi yang akan datang tentang bagaimana cara mereka melakukan pembelajaran dari Kota Bandarlampung dan bagaimana cara mereka melakukan upaya untuk melakukan pembaharuan terhadap Kota Bandarlampung pada masa yang akan datang.

Untuk bangunan-bangunan yang sudah memberikan pengaruh pada perkembangan kota, harus ada upaya untuk memeliharanya dengan baik. Pemerintah Kota harus menyiapkan anggaran untuk membantu pemeliharaan bangunan lama agar sejarah wujud fisik bisa terdeteksi dan terpelihara dengan baik. Akhirnya nanti bisa membantu para perencana kota di masa yang akan datang memperbarui Kota Bandarlampung.

Yang juga sangat penting untuk kita perhatikan bersama adalah: warisan kota ini bukan hanya warisan secara fisik, berupa bangunan atau taman atau benda-benda. Hal yang harus kita pahami juga adalah bahwa Kota Bandarlampung ini juga melahirkan budaya-budaya baru, atau memelihara budaya-budaya lama yang kemudian memberikan pengaruh secara sosial budaya kepada bandar lampun, kepada warganya.

Karena itu perlu, ada juga upaya untuk melakukan identifikasi dan memelihara warisan yang tidak berwujud fisik ini, untuk dapat didokumentasikan dan dapat diceritakan kepada generasi yang akan datang tentang ada kegiatan atau ada warisan berwujud fisik dan nonfisik yang juga ada di Kota Bandarlampung, yang perlu di lestarikan.

Pelestarian budaya ini menjadi sangat penting karena perilaku sosial masyarakat kita akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan budaya yang memang berada di situ. Pemerintah perlu melakukan identifikasi terkait dengan budaya yang memang sudah tumbuh dan berkembang di Kota Bandarlampung dan menyesuaikan segala sesuatunya di sana termasuk juga melestarikan budaya budaya yang dapat dipertontonkan kepada masyarakat yang berada di luar Kota Bandarlampung yang datang ke kota ini untuk kegiatan bisnis, kegiatan pekerjaan ataupun kegiatan pariwisata.

Kalau ini bisa kita kembangkan, maka akan memberikan manfaat yang besar bagi warga Kota Bandarlampung. Sebab,  ketika mereka memelihara budaya yang ada di kota mereka, menjaga warisan budaya yang ada di kota mereka, maka ini juga secara bersamaan akan menjadi pemasukan pada ekonomi warga. Sebab, melestarikan budaya akan menarik minat masyarakat untuk menontonnya. Dan mereka juga akhirnya berani untuk membayarnya. Dengan begitu, masyarakat akhirnya bisa mendapatkan pendapatan baru untuk meningkatkan kehidupan ekonomi warga kota.

Kalau kita perhatikan kondisi kota kita pada saat ini, tampaknya perhatian kepada warisan budaya kota secara fisik maupun nonfisik ini masih sangat lemah. Kita sangat berharap di masa yang akan datang wujud fisik kota bisa dikombinasikan dengan budaya kota, warisan budaya kota, kehidupan sosial, dan perilaku warga kota yang memang mencerminkan sebuah kota yang berciri khas Lampung. Meskipun kita tahu bahwa yang namanya kota sudah memiliki kecenderungan suku yang bervariasi, tetapi kita juga menyadari bahwa perilaku masyarakat di Indonesia itu menjunjung tinggi budaya setempat (budaya asli).

Upaya berbagai pihak yang berada di Lampung untuk menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat yang ada di Lampung hanya bisa terwujud kalau perspektif pembangunannya memang mengarah ke sana. Kalau saya melihatnya pada saat ini teman-teman yang melestarikan budaya Lampung, atau masyarakat adat Lampung, masih berkutat dengan cara-cara kegiatan-kegiatan yang sifatnya sangat tradisional dan tidak kontekstual dengan kondisi yang ada saat ini.

Pekerjaan Rumah untuk Walikota Baru

Saya sebagai orang Lampung tentu sangat berharap di masa yang akan datang kita akan melihat masyarakat adat Lampung yang menjaga budaya Lampung dan juga adat istiadat Lampung dapat memasukkan prinsip-prinsip budaya Lampung pada pembangunan gedung. Termasuk juga mendorong kebijakan pembangunan perkotaan yang ramah dengan budaya Lampung. Dengan begitu, masyarakat lainnya yang memiliki suku yang lain, akhirnya bisa memahami apa dan bagaimana adat istiadat Lampung yang sangat penuh dengan etika ini. Kalau ini bisa dikembangkan, dilestarikan, dan bahkan masuk dalam perspektif dalam pembangunan kota, maka ini akan menjadi sangat baik.

Kita sekarang ini berhadapan dengan Pilkada Kota Bandarlampung. Dan kita memiliki 3 calon walikota. Kita berharap siapapun yang menjadi walikota di Bandarlampung ini dapat memberikan perhatian pada warisan budaya fisik dan juga nonfisik di Kota Bandarlampunga agar keruntutan cerita terbentuknya wujud fisik Kota Bandarlampung seperti yang sekarang ini dapat menjadi jelas. Akhirnya kita akan dikenal sebagai sebuah kota yang menghargai apa yang sudah dibangun oleh leluhur, apa yang sudah diupayakan oleh para leluhur, yang akhirnya menghantarkan kita menjadi seperti sekarang ini.

Jadi, kita tidak melupakan sejarah. Tidak melupakan cerita yang akhirnya membentuk budaya dan perilaku sosial dan ekonomi dan bentuk ruang kota seperti sekarang ini. Hal ini perlu di perhatikan juga oleh kita sebagai penghuni kota, dan penikmat wujud fisik kota, agar kita dapat memiliki walikota yang yang pas dengan kebutuhan kita dan kebutuhan masa depan Kota Bandarlampung.***

Loading...
  • Bagikan