Beranda Hukum Narkoba Ini “Warning” Waka Polda Lampung untuk Para Pengedar dan Bandar Narkoba

Ini “Warning” Waka Polda Lampung untuk Para Pengedar dan Bandar Narkoba

672
BERBAGI
Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Bonifasius Tampoi (tengah) didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Abrar Tuntalanai (kiri) menunjukkan barang bukti ekstasi dan senjata api yang disita dari kedua bandar narkoba asal Aceh saat menggelar ekspos di ruang jenazah RS Bhayangkara, Jumat (27/1/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Beberapa pengedar dan bandar narkoba yang beroperasi di Lampung mati ditembak polisi. Irjen Polisi Sudjarno sejak menjabat Kapolda Lampung berkomitmen untuk memberantas hingga tuntas peredaran narkoba di Lampung. Ia memerintahkan anak buahnya untuk menembak pelaku kejahatan — termasuk dalam kasus narkoba —  yang melawan saat akan ditangkap.

Terakhir, penjahat kasus narkoba yang ditembak mati adalah dua bandar narkoba dari Aceh pada Kamis malam lalu (26/1/2017). Terkait hal itu, Wakkil Kepala Polda Lampung Brigjen Pol Bonifasius Tampoi mengapresiasi langkah Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung yang menindak tegas dengan menembak mati dua bandar narkoba asal Aceh, Zamsana dan Ferdi.

Menurutnya, hal ini merupakan peringatan untuk para pengedar dan bandar narkoba agar tidak main-main narkoba di Lampung. Pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajarannya, memberikan tindakan tegas.

“Makanya kami menggelar jumpa pers di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara ini, supaya kejadian ini menjadi pesan untuk para bandar narkoba agar tidak bernasib sama dengan tersangka Zamsana dan Ferdi ini,”tegasnya.

Dikatakannya, tindakan tegas dengan menembak mati yang diambil petugas sudah tepat, karena kedua tersangka melawan dengan menembaki petugas. Selain itu juga,
dalam setiap hari tidak semua bandar narkoba yang mati. Tapi penguna, hampir setiap harinya ada yang mati gara-gara narkoba.

“Jadi saya tegaskan, ini adalah peringatan untuk para pengedar dan bandar narkoba yang melakukan perlawanan,”jelasnya.

Diketahui, petugas Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, menembak mati dua bandar besar narkoba Asal Aceh saat penangkapan di Jalan lintas Sumatra (Jalinsum), Kelurahan Ketapang Telukbetung Selatan, Kamis (26/1/2017) malam sekitar 22.00 WIB.

Kedua bandar narkoba asal Aceh yang ditambak mati tersebut adalah, Zamsana Saputra (19) dan Ferdi Ardian (25) keduanya merupakan warga Desa Cot Tufah, Kecamatan Paya Bakong, Lokhsumawe Aceh utara.

Dari penangkapan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti 4.500 butir pil ekstasi logo dobel CC kemasan plastik, dua pucuk senjata api (senpi) rakitan jenis revolver dan rakitan Makarov, beberapa butir amunisi aktif dan selongsong peluru serta satu unit mobil Xenia warna hitam BE 2171 YG.