Opini  

Waspada Cuaca Buruk Menjelang Musim Pancaroba

Ilustrasi hujan lebat (okezone)
Bagikan/Suka/Tweet:

Oleh Eka Suci Puspita Wulandari*

Di akhir musim penghujan di wilayah Lampung saat ini: hujan turun tidak lagi mengenal waktu baik itu pagi hari sampai dini hari. Hujan masih banyak terjadi dengan intensitas yang beragam mulai dari ringan sampai lebat dengan lokasi baik itu skala lokal sampai yang berskala regional (sebagian besar wilayah Lampung terkena dampak).

Kondisi dinamika atmosfer yang terjadi saat ini yang kami pantau yaitu angin di lapisan 3000 kaki cenderung sudah mulai berubah arah yang dari angin bergerak dari barat menuju ke wilayah timur (identik dengan musim hujan) saat ini perlahan bergerak mulai dari timur menuju kea rah barat meskipun kondisinya masih berubah ubah. Pergerakan angin dari timur ini identik dengan masuknya musim kemarau di wilayah Indonesia termasuk Lampung.

 

Angin yang bergerak dari timur ini banyak membawa udara kering dari daratan gurun di wilayah Australia yang membuat atmosfer di wilayah Indonesia dominan menjadi kering sehingga potensi pembentukan awan menjadi berkurang. Kondisi ini tidak serta merta membuat seluruh wilayah Indonesia menjadi musim kemarau namun yang berpola hujan monsunal seperti di sebagian besar wilayah Lampung (kecuali Pesisir Barat dan Lampung Barat pola hujan equatorial) akan berpengaruh langsung.

 

Perubahan pola angin membuat adanya gejolak di atmosfer yang membuat seringkali di masa peralihan atau pancaroba banyak terjadi petir yang berasal dari awan Cumulonimbus bias disertai hujan lebat ataupun tidak. Irama petir pada masa pancaroba ini tidak beraturan dan juga saling bersaut sautan. Sudah mulai terjadi di awal awal bulan maret ini namun peluang hujan turun masih tetap ada.

 

Hasil prediksi Outgoing Longwave Radiation (OLR) atau radiasi panjang bumi sampai pertengahan bulan maret kedepan menunjukkan nilai yang negatif. Kondisi ini menujukkan bahwa kedepannya diprediksi masih akan banyak terjadi tutupan awan di wilayah Lampung atau bisa dikatakan peluang untuk turun hujan hingga pertengahan maret masih tetap ada.

 

Dengan adanya potensi pertumbuhan awan-awan Cumulonimbus selama musim pancaroba kedepan dihimbau untuk masyarakat agar tidak banyak melakukan aktivitas di lapangan untuk mengindari sambaran sambaran petir yang seringkali turun di wilayah lapangan yang lapang. Selain itu juga agar mematikan televisi saat banyak terjadi petir untuk menghindari kerusakan kelistrikan di rumah. Fase ini akan selalu terjadi setiap peralihan antara satu musim ke musim lainnya akibat dari adanya adaptasi dari atmosfer terhadap perubahan yang terjadi.***

*Pengamat Stasiun Meteorologi Maritim Lampung