Beranda Views Opini Waspada Peningkatan Curah Hujan Dampak “Madden Julian Oscillation”

Waspada Peningkatan Curah Hujan Dampak “Madden Julian Oscillation”

64
BERBAGI

Oleh Ramadhan Nurpambudi*

Wilayah Indonesia yang luas dan berada di wilayah khatulistiwa membuat banyak gangguan cuaca mulai dari skala global hingga skala lokal yang mempengaruhi proses pembentukan awan-awan yang skalanya konvektif (vertikal) maupun stratiform (horizontal). Di wilayah Indonesia bagian barat ada salah satu fenomena yang disebut dengan Madden Julian Oscillation (MJO), dimana fenomena ini akan membuat wilayah yang di laluinya mengalami peningkatan curah hujan.

Madden Julian Oscillation (MJO) ini menurut penelitian memang dominan berdampak pada wilayah Indonesia bagian barat namun jika kondisinya kuat maka akan mampu berdampak hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Pada saat ini MJO sudah berada di wilayah Indian Ocean atau di sekitar wilayah Samudera Hindia di sebelah timur India. Di wilayah inilah MJO dominan bermula, kondisi ini disebabkan hangatnya suhu muka laut di wilayah tersebut sehingga terjadi penguapan yang besar ke atmosfer untuk membentuk awan-awan hujan. Pergerakan MJO dari arah barat menuju ke timur.

Dalam banyak kasus ketika MJO melintasi wilayah Indonesia ketika melewati wilayah Sumatera setelah itu MJO akan terpisah menjadi 2 bagian yang menjauhi wilayah khatulistiwa lalu diujung setelah melewati Papua akan bersatu kembali ini terjadi dalam banyak kasus. Inilah mengapa seringkali disebut MJO hanya berdampak pada wilayah Indonesia bagian barat seperti Sumatera dan Kalimantan bagian barat.

MJO bisa ditandai kemunculannya dengan terdeteksinya banyak awan-awan Cumulonimbus yang berskala besar di wilayah perairan barat Sumatera dan saat ini berdasarkan pengamatan citra satelit yang ada di BMKG kami sudah mendeteksi banyaknya bermunculan sistem awan-awan Cumulonimbus yang skalanya besar di perairan barat Sumatera. Jika sudah demikian maka kita perlu waspada terhadap peningkatan curah hujan dalam beberapa hari kedepan.
Selain saat ini kita sudah berada di masa musim hujan akan semakin besar potensi pembentukan awan-awan kovektif jika MJO aktif di wilayah Indonesia. Tentu saja ini menjadi peringatan lebih awal untuk masyarakat terutama di wilayah Lampung agar mengetahui potensi hujan kedepan akan semakin besar dan bisa turun kapan saja baik itu pagi hari ataupun dini hari. Sejatinya pembentukan awan membutuhkan proses pemanasan dari matahari, namun jika kondisi atmosfer didominasi massa udara basah dan juga fenomena MJO maka awan yang berkembang sejak siang atau sore hari akan terus menerus hidup hingga malam ataupun dini hari. Kondisi ini saat ini sering terjadi di wilayah Lampung bagian selatan terutama di wilayah Pesawaran, Tanggamus, dan Pesisir Barat dimana hujan bisa turun dalam waktu yang sangat panjang.

Daya tahan setiap wilayah di Lampung tentu berbeda-beda, ada yang hanya hujan ringan saja namun waktunya cukup lama sudah timbul genangan dimana-mana. Ini seringkali terjadi di wilayah Bandar Lampung, meskipun hujan yang turun ringan namun terjadi dalam waktu yang cukup lama sudah akan menimbulkan genangan jika di wilayah lain mungkin perlu hujan yang lebat untuk sampai menimbulkan genangan.

MJO akan menganggu sirkulasi hujan harian di wilayah Lampung, dimana normalnya jika ada MJO hujan akan turun biasanya di sore atau menjelang malam hari. Ketika MJO aktif maka siklus harian ini akan kalah dengan aktivitas MJO itu sendiri sehingga hujan yang turun akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

BMKG menghimbau masyarakat untuk lebih meningkatan lagi kewaspadaannya untuk beberapa hari kedepan karena MJO diprediksi masih akan hidup sampai beberapa hari kedepan. BMKG memprediksi hujan dengan intensitas lebat akan semakin intens terjadi yang dapat disertai juga dengan petir serta angin kencang. Untuk masyarakat yang berada di wilayah dataran tinggi seperti Tanggamus, Lampung Barat, dan juga Pesisir Barat waspada dampak longsor akibat dari curah hujan yang tinggi yang mengikis tanah. Lalu untuk masyarakat yang melaukan perjalanan waspada timbulnya genangan yang menutupi lubang-lubang di jalan serta licinnya permukaan jalanan.

BMKG akan terus memperbaharui informasi terkait perkembangan cuaca di wilayah Lampung dan juga akan terus memberikan informasi terkait peringatan dini cuaca ekstrim yang bisa diikuti perkembangannya di akun Facebook (Infocuaca Bmkg Lampung) dan juga di akun Instagram (infocuacalampung). Semoga kita selalu siap akan dampak-dampak yang ditimbulkan dari fenomena-fenomena cuaca yang kedepannya akan terjadi selama periode musim hujan ini.

*Prakirawan BMKG Lampung

Loading...