Beranda Ruwa Jurai Way Kanan Way Kanan Siap Jadi Kabupaten Ramah Anak

Way Kanan Siap Jadi Kabupaten Ramah Anak

728
BERBAGI
Menteri PPPA Yohana Susana Yambise dan Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya menunjukkan MoU Kementerian PPA dengan Pemkab Way Kanan tentang kesiapan mewujudkan daerah ramah anak.

TERASLAMPUNG.COM — Bupati Waykanan, Raden Adipati Suryam, menandatangai nota kesepahaman dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tentang Kabupaten / Kota Ramah Anak, di Balai Keratun Pemprov  Lampung, Selasa (17/10/2017).

“Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini, kabupaten kota bisa mengurangi kekerasan yang ada di daerah masing-masing. Karena selama ini setiap detik banyaknya anak yang terkena kekerasan baik dari keluarga maupun dari lingkungan sekitar,” kata Menteri PPPA, Yohana Susana Yambise.

Menurutnya, Indonesia saat ini darurat kekerasan terhadap anak, dengan adanya penandatanganan nota kesepahanan ini. Bisa bersama-sama berkomitmen untuk mengurangi kekerasan yang ada di Provinsi Lampung.

Bukan hanya setiap jam, tetapi setiap detik banyak korban anak-anak yang mendapatkan perlakuan tidak kekerasan terhadap anak. Tetapi komitmen ini, untuk mendukung agar daerah bisa bersama-sama berkomitmen mendukung daerah yang ramah terhap anak-anak.

“Komitmen politik untuk perlindungan anak sangat rendah. Padahal implementasi kabupaten/kota layak anak sangat ditentukan oleh komitmen pengambil kebijakan, partai politik, serta masyarakat termasuk budayawan dan tokoh masyarakat,”jelas doktor asal Papua itu.

Saat ini, kata Menteri PPPA, sejumlah program pembangunan tidak ramah terhadap anak-anak. Fasilitas publik seperti stasiun kereta api, terminal bus, kapal penyeberangan, dan bandar udara tidak banyak memberikan ruang bermain yang bebas untuk anak-anak saat berada di area fasilitas tersebut.

“Sebaliknya, pemerintah lebih memfasilitasi hadirnya tempat berjualan makanan dan lain-lain,” katanya.

Untuk mendorong pemda menginisiasi KLA, sejumlah lembaga nonpemerintah seperti Wahana Visi Indonesia saat ini aktif melakukan pendampingan kepada kabupaten/kota di sejumlah daerah. Melalui program pendidikan, program kesehatan dan sanitasi, program ekonomi, serta program partisipasi dan perlindungan anak.

Di bidang kesehatan, misalnya, di sejumlah kabupaten/kota angka anak yang terkena stunting (tumbuh tak normal karena gizi buruk) mencapai 40 persen. Di bidang pendidikan, masih banyak anak usia sekolah belum sekolah, bahkan banyak yang putus sekolah di jenjang SD.

Yohana mengharapkan Provinsi Lampung agar bisa memberikan contoh kepada Provinsi lain sebagai daerah layak anak pertama di Indonesia.

Bupati Waykanan, Provinsi Lampung Raden Adipati Surya terus berkomunikasi dengan provinsi Lampung untuk bisa menjadikan daerah ini sebagai daerah layak anak.

Selain itu, program pemerintah Provinsi itu wajib di dukung, karena untuk mewujudkan daerah yang ramah anak.

“waykanan sebagai daereah inisiator ramah anak juga telah menerima penghargaan dari kementrian PPA Republik Indonesia di Provinsi Riau bulan September 2017 lalu dim peringatan hari anak nasional,” ujar orang nomor satu du bumi ramik ragom tersebut.

Adipati mengharapkan semua SKPD, jajaran di bawahnya dapat bekerja dengan baik untuk bisa menjadikan Kabupaten Waykanan menjadi daerah layak anak. Serta dukungan semua sektor bisa menempatkan daerah ini menjadi daerah yang pertama di Provinsi Lampung untuk daerah dengan tindak kekeran terhadap anak sangat rendah