Beranda News Nasional Wiranto Paling Disorot, Ini Alasan Jokowi Pilih 9 Anggota Wantimpres

Wiranto Paling Disorot, Ini Alasan Jokowi Pilih 9 Anggota Wantimpres

472
BERBAGI
Presiden Jokowi memberikan selamat kepada Wiranto usai dilantik menjadi anggota Wantimpres periode 2019-2024, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12). Foto: Setpres

TERASLAMPUNG.COM — Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik sembilan anggota Dewan Pertimbanga Presiden (Wantimpres) periode 2019-204 di Istana Negara, Jumat, 13 Desember 2019. Di antara sembilan anggota Wantimpres tersebut, Wiranto paling disorot publik.

Selain sudah terlalu lama menjadi pejabat negara sejak era Orde Baru, sorotan publik melalui medsos umumnya karena Wiranto beberapa kali pernyataannya di publik membuat kegaduhan. Terakhir pada saat Wiranto berkomentar soal pengungsi Maluku.

Hingga Jumat malam, nama Wiranto menjadi trending topic di Twitter. Kata kunci “Wiranto” ditwit lebih dari 4.000 kali.

Selain Wiranto, delapan nama lain yang dilantik menjadi anggota Wantimpres adalah Agung Laksono (Partai Golkar), Arifin Panigoro (pengusaha), Soekarwo (mantan Gubernur Jatim), Sidarto Danusubroto (PDIP); M. Mardiono Bakar (PPP), Dato Sri Tahir (pengusaha), Habib Lutfi bin Yahya (ulama), dan Putri Kuswinu Wardarni (pengusaha).

Usai pelantikan, Presiden Jokowi kepada para wartawan mengatakan ada beberapa alasan untuk memilih sembilan anggota Wantimpres. Antara lain rekam jejak, pengalaman di bidang masing-masing, kapabilitas, dan integritas.

“Saya kira beliau-beliau ini ya memiliki kapasitas untuk memberikan nasehat dan pertimbangan kepada Presiden baik diminta maupun tidak diminta. Saya kira beliau-beliau memiliki kapasitas yang baik,” kata  Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, di antara anggota Wantimpres ada yang berkaitan dengan sosial, keagamaan misalnya Gus Luthfi (Habib Lutfi bin Yahya), ada yang berkaitan dengan ekonomi misalnya Dato Tahir, misalnya yang berkaitan dengan ekonomi kecil Bu Putri, dan lain-lain.

Mengenai nama Oesman Sapta Odang atau OSO, Presiden Jokowi mengaku semua memilihnya untuk masuk dalam Wantimpres. Tetapi karena Wantimpres tidak boleh merangkap terutama yang berkaitan dengan politik, Oesman Sapta tadi pagi menyampaikan kepada Menteri Sekretaris Negara lebih mencintai partai sehingga mundur dari Wantimpres.

Sementara terkait pemilihan Wiranto sebagai Ketua Wantimpres, menurut Presiden Jokowi, karena mantan Menko Polhukam pada Kabinet Kerja itu sudah memiliki track record dan pengalaman ang panjang di pemerintahan, juga di TNI.

“Saya kira itu, menangani banyak masalah. Ini kan memberikan nasehat dan pertimbangan kepada Presiden,” tutur Presiden.