Beranda Pendidikan Workshop Jurnalistik: Siswa SMA/SMK Diajak Mengenal dan Praktek Menulis untuk Media Baru

Workshop Jurnalistik: Siswa SMA/SMK Diajak Mengenal dan Praktek Menulis untuk Media Baru

141
BERBAGI

Para peserta workshop berlatih membuat berita hasil praktek wawancara. (Teraslampung.com/Dandy Ibrahim)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com– Lampung Media Center (LMC) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menggelar Workshop Jurnalistik untuk Pelajar SMA/SMA se-Lampung, Kamis—Jumat (28-29/8). Workshop yang diikuti 45 siswa itu dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bandarlampung  itu menghadirkan mentor Budisantoso Budiman (LKBN Antara), Oyos Saroso HN (The Jakarta Post) , dan Muhammad Yunus (majalah Sapu Lidi).

Seperti workshop serupa yang pernah digelar LMC  sebelumnya, workshop kali ini juga disertai praktek selama satu hari penuh. Selain praktek menggali berita dari lapangan, para peserta workshop juga melakukan praktek wawancara kemudian menyusunnya menjadi berita.

“Agar mudah mengontrolnya, praktek wawancara dilakukan di lingkungan SMA Negeri 2 Bandarlampung saja. Yang terpenting mereka memiliki pengalaman langsung melakukan wawancara dengan narasumber,” kata Bagus S Pribadi, panitia kegiatan dari LMC, Jumat (29/8).

Menurut Bagus, pada workshop kali ini para siswa tidak melakukan praktek membuat koran atau majalah, tetapi membuat blog, mengisi berita untuk blog pribadi, dan website.

“Kebetulan peserta kali ini sebagian besar sudah memiliki blog pribadi. Mereka kebanyakan juga menjadi pengelola media di sekolahnya masing-masing. Jadi lebih mudah mengarahkan untuk langsung praktek menjadi penulis blog dan website,” kata Bagus.

Peserta melakukan praktek wawancara. 

Bagus mengatakan, sebagai media pembelajaran, para peserta nantinya akan diajak mengembangkan blog pribadi, website sekolah, dan berjejaring dengan website wartadidaktika.com  milik LMC yang masih dalam proses dibangun.

“Meski baru dibangun, tetapi sudah bisa untuk praktek. Hasil praktek para peserta nantinnya bisa diuggah di website LMC maupun blog pribadi mereka,” katanya.

Sementaraitu, Direktur LMC, Oyos Saroso H.N., mengatakan workshop jurnalistik beberapa tahun terakhir menjadi program utama lembaganya. Sebab, menurut Oyos, melek media memang diperlukan bagi siswa dan guru pengelola media sekolah.

“Bahkan secara nasional Kemendikbud pernah menggelar workshop jurnalistik untuk  para guru SMP. Artinya, Kemendikbud menganggap jurnalistik itu penting untuk diajarkan kepada para siswa dan guru. Utamanya untuk para siswa dan guru pengelola media sekolah,” kata Oyos.

Oyos mengatakan, pengembangan jurnalistik dan melek media  di sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab  Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah, tetapi juga masyarakat dan lembaga di luar sekolah. Sebab itu, kata dia,  lembaganya berupaya terus mendorong  agar pengelola media sekolah lebih melek media.

“Juga membantu para siswa dan guru lebih mengenal dan terampil mengembangkan media baru (new media). Yaitu konvergensi antara media konvensional dengan media online yang bisa berjejaring dengan aneka gadget. Keterampilan para siswa SMA memakai gadgetnya untuk aktif di twitter dan Facebook diharapkan juga bisa berdampak positif bagi pengembangan media baru di sekolahnya,” kata dia. (Dandy Ibrahim)

Loading...