Workshop Sadar Wisata Lamsel: Ini Kunci Destinasi Wisata Ramai Dikunjungi Wisatawan

Bagikan/Suka/Tweet:

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

Workshop Pengembangan Sadar wisata dan Sapta Pesona di Wisma Objek Wisata  Belerang, Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (30/10).

LAMPUNG SELATAN – Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Haryadi, menegaskan akses jalan menjadi unsur sangat penting dalam destinasi wisata.  Dengan akses wisata yang baik, maka secara otomatis akan menarik banyaknya wisatawan yang berkujung ke tempat-tempat wisata.

“Lampung Selatan memiliki banyak potensi wisata. Oleh karenanya, sangat dibutuhkan ekspos wisata secara lebih serta berkesinambungan, salah satunya adalah Desa Wisata. Hal itu pastinya akan bertumpu pada kebiasaan masyarakat yang hidup di perkotaan yang membutuhkan tempat-tempat berlibur, khususnya yang memiliki nuansa alam perdesaan,” kata Haryadi  dalam acara Workshop Pengembangan Sadar wisata dan Sapta Pesona di Wisma Objek Wisata  Belerang, Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (30/10).

Menurut Haryadi, agar destinasi wisata ramai dikunjungi wisatawan mau tidak mau akses jalan dan prasarana wisata harus diperbaiki. 

Diungkapkannya,  pariwisata sangat  penting bagi Indonesia karena  menjadi salah satu sumber devisa terbesar ketiga setelah minyak dan gas (tahun 2008). Selain itu, kata dia, juga merupakan kekayaan potensi yang luas dan beragam, serta dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam pengembangan wilayah dan ekonomi lokal.

“Pariwisata juga dapat dijadikan sebagai alat yang efektif dalam pemberdayaan masyatakat. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai pendorong pengembangan wilayah, serta bisa membuka isolasi wilayah dalam rangka pengetasan kemiskinan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparbud) Lampung Selatan Fauziah Arief, SH, menyambut baik dengan terlaksananya workshop pengembangan sadar wisata dan sapta pesona yang diprakarsai  Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

“Saya berharap, dengan diberikannya pemahaman soal desa wisata dan sapta pesona kepada anggota kelompok sadar wisata dan kelompok masyarakat, mampu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap dunia kepariwisataan di Kabupaten Lampung Selatan,” harapnya.

Dikatakannya, pembinaan sadar wisata menjadi salah satu usaha yang terencana, terarah dan berkesinambungan, guna membimbing, mengarahkan, serta mempengaruhi sikap dan pendapat masyarakat untuk mendukung kebijakan program dan kegiatan suatu organisasi atau instansi pariwisata. Juga sebagai penggalang sekaligus untuk mengorganisir dukungan masyarakat dan peran serta masyarakat guna pengembangan dunia kepariwisataan.

“Tujuannya adalah meningkatkan peran masyarakat serta menggalang sikap dan perilaku masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik, meningkatkan citra, mutu produk dan pelayanan, serta penerapan sapta pesona dalam kehidupan sehari-hari yakni keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, serta ramah yang pada akhirnya dapat menjadi satu kenangan yang tak terlupakan,” katanya.

Acara workshop pengembangan sadar wisata dan sapta pesona itu, diikuti oleh peserta yang terdiri dari Ketua Kelompok Sadar Wisata dari 4 (empat) wilayah kecamatan di Lampung Selatan yakni Kecamatan Bakauheni, Penengahan, Kalianda, dan Rajabasa. Dan dihadiri oleh dinas/instansi terkait yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.