Xanana Gusmao Terharu Terima Penghargaan Adipurna dari Pemerintah Indonesia

  • Bagikan
Presiden Timor Leste Xanana Gusmao dan Presiden SBY. (dok Presiden RI)

Nusa Dua, Teraslamppung.com–Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao, menerima anugerag Bintang Republik Indonesia Adipurna dari Pemerintah RI. Penyerahan anugerah itu dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ruang Bougenville di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali,Jumat sore (10/10).

Saat menyampaikan pidato penganugerahan tersebut, Xanana sempat berhenti sejenak sehingga suasana ruangan menjadi hening. Xanana tampak meneteskan air mata ketika melanjutkan pidatonya.

“Ini adalah sebuah kehormatan menerima dari perwakilan yang sah (Presiden SBY) dari Negara Indonesia dan dari saudara-saudari kami bangsa Indonesia. Apresiasi ini atas kontribusi kecil yang saya berikan dalam memperkuat hubungan baik antar kedua negara,” ujar Xanana, dengan suara agak tersendat.

Xanana datang ke Bali dalam rangka menghadiri Bali Democracy Forum VII. Pada kesempatan itu Xanana menegaskan bahwa Indonesia  dan Timor Leste adalah dua saudara. Ia pun tidak ingin hubungan pemimpin kedua negara terlalu kaku dan konvensional.

Presiden SBY, atas nama pemerintah dan negara, menganugerahkan Penghargaan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Kay Rala Xanana Gusmao karena kontribusinya yang luar biasa dalam memperkuat ikatan Indonesia dan Timor Leste.

“Anda adalah sahabat yang sebenarnya bagi Indonesia. PM Xanana dan saya, dalam banyak kesempatan, telah mendiskusikan berbagai isu kerja sama bilateral, termasuk cara untuk meningkatkan kerjasama tersebut,” ujar SBY.

Penghargaan juga merupakan refleksi dari keseriusan komitmen Xanana untuk membangun fondasi yang baik dalam kerja sama bilateral Indonesia dan Timor Leste. “Saya harus menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Xanana Gusmao, Indonesia dan Timor Leste telah menjadi bukan hanya tetangga yang baik tapi lebih penting lagi, teman yang baik,” SBY menjelaskan.

Dalam beberapa tahun ini Indonesia dan Timor Leste telah menandatangani setidaknya 49 perjanjian di berbagai aspek. Kerja sama perdagangan bilateral terus meningkat rata-rata tahunan 12.7 persen dalam 5 tahun terakhir. Tahun lalu, total volume perdagangan kedua negara mencapai 246.56 juta dolar AS.

Hubungan antarmanusia juga meningkat. “Di tahun 2013 saja, ada lebih dari 9 ribu orang Timor Leste yang menuntut ilmu di Indonesia. “Agustus tahun ini, kita juga mendirikan The Indonesia – Timor Leste Friendship Forum. Sebuah forum yang didirikan dengan satu tujuan, yaitu untuk mendorong interkasi antar orang di kedua negara,” Presiden SBY menambahkan.

Hubungan Indonesia dan Timor Leste sekarang ini, lanjut SBY, dikarakteristikkan dengan kepercayaan, kesepemahaman, dan nilai-nilai demokrasi, keadilan dan kesejahteraan bersama.

Xanana, yang pernah mendekam di penjara Indonesia pada masa pergolakan di bekas provinsi ke-27 Indonesia itu kemudian menceritakan pertemuannya dengan SBY, yang saat itu menjabat Menko Polsoskam di tahun 2002. Xanana masih sangat ingat perkataan SBY yang memintanya untuk menjadi Presiden Timor Leste, setidaknya pada lima tahun pertama. Hal ini karena Xanana dipercaya untuk membangun hubungan baru antardua negara dan dua bangsa ini.

Dalam dua terakhir media di Indonesia diramaikan dengan wacana bergabungnya kembali Timor Leste dengan Indonesia. Wacana itu berkembang melalui berita di media massa yang kemudian makin ramai di media sosial. Namun,seorang seorang sahabat Xanana di Timor Leste meyakinkan bahwa yang dimaksud Xaxana bukanlah Timor Leste bergabung dengan RI, tetapi pernyataan Xaxana tentang kembalinya Timor Leste sebagai ungkapan kedekatan negara tetangga itu dengan Indonesia.

Bambang Satriaji/Dewira

  • Bagikan