Beranda Hukum Yang Dikendarai Penganiaya Wartawan Radar Lampung Ternyata Sepeda Motor Milik Pemda

Yang Dikendarai Penganiaya Wartawan Radar Lampung Ternyata Sepeda Motor Milik Pemda

165
BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — Kasus penganiayaan yang dialami Agung Budiarto, wartawan Radar Lampung, oleh  dua orang tidak dikenal  tidak dikenal (pengendara Yamaha RX King BE 5061 JZ) di Jalan Sultan Agung, di dekat lokasi proyek pengerjaan flyover, Senin (19/10), kini mulai terkuak.

Sepeda motor Yamaha RX King yang dikendarai kedua orang tersebut belakangan diketahui sebagai kendaraan inventaris atau milik sah Pemkab Lampung Utara (Lampura).

Dilansir medialampung.co.id, Kepala Bidang Aset di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kabupaten Lampura, Riskal membenarkan jika nomor polisi Yamaha RX King BE 5061 JZ tersebut, milik aset Pemkab setempat.

“Kalau mengerucut nomor polisinya, memang benar itu milik aset Pemkab Lampura. Aset roda dua itu, saat ini berada di Puskesmas Abung Pekurun, dan tercantum di data atas nama Ismail merupakan staf puskesmas setempat,” ujar Riskal, Selasa (20/10).

Kendati demikian, pihaknya juga menegaskan, bisa saja pengendaraannya sengaja memalsukan nomor kendaraannya.

“Itu jika pengendaranya tidak memalsukan nomor polisinya. Jika tidak, itu dipastikan milik aset Pemkab Lampura, yang diberikan kepada Dinas Kesehatan, untuk saat ini terdata berada di Puskesmas Abung Pekurun,” bebernya.

Ia juga menyayangkan, jika Randis milik Pemkab Lampura, nomor polisinya dirubah menjadi warna hitam. Terlebih Randis tersebut bukan dipakai bersangkutan.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak dinas kesehatan. Itu bagian bendahara barangnya. Untuk keterangan dari Dinkes, membenarkan jika Randis tersebut berada di Puskesmas Abung Pekurun. Secepatnya kita akan menggelar apel kendaraan roda dua dan empat,” tegasnya.

Ketika ditanya, kendaraan tersebut telah mati pajak, pihaknya juga akan menindaklanjuti terlebih dahulu kebenarannya.

“Secepatnya kita akan apelkan dulu. Disitu nanti kita cek satu per satu randisnya. Termaksud pemegang Randisnya,” kata dia lagi.

Kemudian Bendahara Barang di Dinas Kesehatan Lampura, Tarno juga membenarkan jika Randis Yamaha RX King BE 5061 JZ saat ini berada di Puskesmas Abung Pekurun. Menurut data miliknya saat ini, Randis tersebut atas nama Ismail, yang merupakan staf di Puskesmas setempat.

“Saya sudah koordinasi dengan bagian Aset di Pemkab Lampura, pagi ini. Nanti, jika ada perintah untuk menghadirkan Randis, akan kita apelkan secepatnya,” tegas Tarno

Kronologi

Penganiayaan terhadap Agung Budiarto terjadi saat wartawan yang akrab disapa Abud itu melintas di Jalan Sultan Agung dari kantor DPRD Provinsi Lampung menuju kantor Radar Lampung sekitar  pukul 15.20 WIB.

Menurut Abud, saat itu posisi jalan dalam kondisi macet lantaran pengerjaan flyover Sultan Agung. Tiba-tiba dari belakang, ada pengendara motor Ninja berwarna hijau menarik gas berulang-ulang.

Selanjutnya korban menanyakan alasan mengapa pengendara tersebut menarik gas. Dan mereka kembali melajukan sepeda motornya.

Namun, ada satu pengendara Yamaha RX King nopol BE 5061 JZ menyalip dan memepet sepeda motor korban dan berteriak sambil melontarkan cacian. Padahal korban saat itu sudah menganggap tidak ada persoalan.

Akan tetapi, dalam waktu hampir bersamaan, sepeda motor korban ditabrak dari arah belakang oleh pengendara sepeda motor Ninja tadi.

Sontak, korban langsung menghentikan sepeda motornya dan ingin meminta penjelasan mengapa sampai menabrak. Namun, pengendara RX King menghampiri korban dan bilang ‘Sok hebat kamu ini berhenti di tengah jalan’, lantas korban menjelaskan selain dalam posisi macet, menghentikan motor lantaran ditabrak di bagian ban oleh pengendara sepeda motor ninja tersebut.

“Wajar saya menanyakan, mengapa sampai menabrak,” ungkap korban.

Namun, pengendara RX King masih saja berbicara dengan nada tinggi. Terjadi adu mulut. Namun, tiba-tiba, satu orang yang dibonceng oleh pengendara RX King itu melempar wajah korban dengan pasir, sehingga masuk ke mata korban. Disitu sempat terjadi beberapa kali pemukulan.

“Setelah disiram pasir ke wajah saya, sempat terjadi beberapa kali pemukulan. Kemudian mereda karena banyak warga. Setelah dilerai, saya sempat memotret pelaku pengendara motor RX King itu. Namun dia tidak terima. Saya sudah di atas motor. Dia menghampiri saya. Lalu saya rebut dan hanya mendapat gantungannya saja. Setelah itu dia kabur,” kata Agung.

Dari penelusuran di situs Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, diketahui sepeda motor Yamaha BE 5061 JZ merupakan kendaraan dinas (Randis) pelat merah. Belakangan diketahui bahwa kendaraan dinas itu milik Pemkab Lampung Utara.

Kasus penganiayaan tersebut kini sedang ditangani Polresta Bandarlampung.