Yuk, Kenalan dengan Reksa Dana

  • Bagikan
Oleh Paula Rianty Komarudin*
Belum banyak yang mengenal jenis investasi
Reksa Dana. Apa sih reksa dana itu? Berdasarkan undang-undang Pasar Modal No. 8
tahun 1995, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal
yang selanjutnya diinvestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.
Reksa dana ini merupakan sarana
bagi investor kecil untuk dapat turut berinvestasi di pasar modal. Hanya dengan
nilai investasi minimal Rp 100 ribu, Anda sudah dapat mulai berinvestasi. Berpengharapan
baik, reksa dana dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di
pasar modal Indonesia.
Bila Anda membeli kain, maka satuannya
adalah “meter”. Jumlah uang yang Anda berikan akan diganti dengan jumlah meter
kain yang Anda terima. Nah, di reksa dana hal serupa juga berlaku. Dalam hal
ini satuan dalam reksa dana adalah “unit”. Misalnya saja, Anda membeli reksa dana,
harga 1 unit saat itu misalnya Rp 1.000, maka ketika Anda membayar sebesar satu
juta rupiah, Anda akan menerima 1.000 unit penyertaan reksa dana.

Harga 1 unit reksa dana dikenal
dengan istilah Harga Net Aset Bersih per Unit (atau disingkat dengan NAB/unit).
Harga ini adalah harga unit yang sudah net atau sudah dikurangi seluruh biaya-biaya,
seperti biaya pengelolaan, biaya bank kustodian, biaya pajak dan biaya lainnya.
Harga NAB/unit ini dapat bergerak naik atau turun. Sehingga untuk menghitung berapa
uang Anda saat itu, hanya tinggal mengalikan banyaknya unit yang Anda miliki,
dengan harga NAB/unit saat itu.

Ada juga jenis reksa dana yang
membagikan dividen secara berkala, umumnya jenis reksa dana pendapatan tetap,
dengan portofolio obligasi yang memberikan kupon. Kupon yang diterima inilah
yang akan dibagikan dalam bentuk dividen kepada investor. Dividen yang
dibagikan, bisa dalam bentuk kas ataupun bisa dalam bentuk penambahan unit
penyertaan Anda. Jenis reksa dana seperti ini bisa dipertimbangkan, terutama bagi
Anda yang membutuhkan arus kas secara rutin.
Pemilihan reksa dana, apakah reksa
dana saham, atau campuran, atau pendapatan tetap, atau pasar uang, tergantung dari
profil risiko Anda. Setiap orang bisa jadi berbeda-beda profil risikonya. Pada umumnya
ditengah ketidak yakinan pasar, seperti kondisi politik menjelang pemilihan capres-cawapres
saat ini, banyak investor yang memilih untuk berinvestasi di reksa dana pendapatan
tetap, yang terbilang lebih stabil. Harga efek portofolionya tidak terlalu bergejolak
dibandingkan efek saham.
Sebagai investor, Anda tidak perlu
khawatir kalau uang Anda dibawa kabur oleh perusahaan Manajer Investasinya,
sebab pemerintah (OJK) sudah mengatur bahwa aset Manajer Investasi dengan aset reksa
dana harus dipisahkan. Aset reksa dana harus disimpan pada bank penitipan atau lebih
dikenal dengan sebutan Bank Kustodian. Semua transaksi di reksa dana, harus melalui
Bank Kustodian, yang akan mencatat secara terperinci dan melaporkan ke OJK
setiap hari. Ini untuk meminimalkan risiko hilangnya uang investor.
Sudah waktunya masyarakat
Indonesia mulai berinvestasi di Pasar Modal, salah satu instrumen yang mudah dan
terjangkau adalah Reksa Dana. Silahkan hubungi Manajer Investasi untuk mendapat
keterangan lebih jauh mengenai reksa dana.

*Marketing Director PT Ciptadana
  • Bagikan