Beranda Ekbis Bisnis Yunna Hotel Selalu Ramai di Setiap Akhir Pekan

Yunna Hotel Selalu Ramai di Setiap Akhir Pekan

659
BERBAGI
Yunna Hotel (Foto: Traveloka)

TERASLAMPUNG.COM — Satu-satunya hotel bintang tiga di Telukbetung Yunna Hotel mampu bertahan dan mempunyai tingkat hunian baik. Tingkat hunin Yunna Hotel mencapai 80 persen disaat akhir pekan (weekend).

“Kalau weekend tingkat hunian kami bisa sampai 80 persen, padahal secara tempat, hotel kami tidak terlalu strategis,” jelas Banguet Sales Executife Yunna Hotel Ani Priani, Jumat 25 Oktober 2019 di lobby hotel tersebut.

Hotel yang berada di jalan Ikan Hiu, Telukbetung itu menurut Ani Priani kepada teraslampung.com, meski posisinya tidak strategis namun dekat tempat makan dan pusat oleh-oleh menjadi keuntungan tersendiri.

“Kami ini diuntungkan karena dekat dengan food festival, pusat makananan di Telukbetung dan pusat oleh-oleh di jalan Ikan Kakap. Jadi tamu-tamu kami jika ingin menikmati makan di luar tidak jauh, mau beli oleh-oleh juga dekat,” jelasnya.

Sejak tahun 2017 Yunna Hotel dikelola oleh investor lokal. Seebelumnya hotel tersebut bergabung dengan grup Indonesia Nataour dan bernama Inna Hotel. Yunna memiliki 100 kamar dengan tarif mulai Rp375 ribu hingga Rp1 juta lebih dan mengandalkan pemasukan dari instansi pemerintah.

“Jujur kami mengandalkan pemasukan dari instansi pemerintah mencapai 85 persen dari situ. Makanya ketika ada kebijakan dari pemerintah instansi tidak boleh mengadakan kegiatan di hotel, kami sangat drop,” kata Ani.

Oleh sebab itu, meski kondisi perekonomian melemah tingkat hunian hotel tersebut masih cukup tinggi, karena beberapa instansi pemerintah memprcayakan kegiatannya di hotel tersebut.

“Tahun 2019 ini cukup bagus, kemarin ada kegiatan FLS2N kita full, sebelumnya juga dari BKKBN. Yang masih kecil itu kegiatan dari perushaan-perusahaan. Untuk perusajaan,  kami low,” tambah Ani.

Ani Priani menjelaskan, hotelnya juga memiliki program dua hari satu malam bersama Yunna Hotel trip ke Pulau Pahawang.

“Hanya Rp650 ribu/orang minimal pesertanya 25 orang, pengunjung bisa snorkling di Pahawang dan menginap di hotel kami. Yang mengasikan selama di Pahawang kita siapkan kapal Phinisi buat wisatawan,”

Yunna Hotel juga menggunakan tapping box yang dipasang menurut Banguet Sales, Ani Priani, sejak akhir 2017 dan tidak ada pengaruhnya dengan tingkat hunian hotelnya.

“Saya ingat alat itu dipasang akhir 2017, tahun 2018 kek perbaikan-perbaikan gitu menyamakan sistem kami dengan sistem yang ada di tapping box. Selama alat itu dipasang tidak ngaruh ke pengunjung/tamu, sebab bukti transaksi kami tidak kami pecah-pecah. Nilai yang ditransaksi itu sudah berikut pajak daerah dan service tax. Misalnya Rp375 ribu, semuanya sudah kami cakup di situ,”

Pihaknya juga mengaku tertib membayar pajak daerah hal itu dibuktikannya dengan tidak pernah menunggak dalam menyetor pajak daerah ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPRD) Kota Bandarlampung.

“Kami disiplin dalam membayar pajak, kami upayakan tidak telat,” pungkas Ani.

Dandy Ibrahim

Loading...