Beranda News Budaya Yusril Ihza Mahendra Raih ‘The Best Lead Actor’ pada Ajang Festival Film...

Yusril Ihza Mahendra Raih ‘The Best Lead Actor’ pada Ajang Festival Film Madrid

345
BERBAGI
Yusril Ihza Mahendra (dok)
Yusril saat menerima penghargaan (dok pribadi)
BANDARLAMPUNG,
Teraslampung. com
– Dewan Juri Festival Film Internasional di Madrid memutuskan
Yusril Ihza Mahendra The Best Lead Actor dalam film Legend of the East. Kabar
baik itu disampaikan pakar hukum tata negara Universitas Indonesia itu melalui
akuin Twitternya (@Yusrilihza_Mhd,
Yusril
), Sabtu malam waktu Indonesia (19/7/2014).
“Artis
China Wang Kui Hian menerima penghargaan the best supporting actress.Best lead
acto
r. Artinya aktor pemeran utama terbaik dalam kategori film bahasa asing (non-Inggris,” tulis Yusril
Yusril
mengaku dirinya tidak menyangka akan dapat penghargaan dalam acara yang
diadakan di Hotel Convencion Madrid itu. 

Menuurut dia, acara penyerahaan awards
dihadiri banyak selebriti dari seluruh dunia. “Padahal saya merasa bukan
selebriti,” ujarnya.

Bagi
sebagian besar publik di Indonesia kabar kemenangan Yusril pada ajang Festival
Film Madrid barangkali mengejutkan. Para folllower Yusril di Twitter pun sebelumnya
banyak yang merasa heran, karena pada saat sebagian besar politikus dan warga
Indonesia ‘disibukkan’ oleh memanasnya suhu politik pascapilpres, Yusril justru
mengungguh foto-foto perjalanannya ke Madrid.

Sebelum menulis kabar tentang kemenangannya di akun Twitternya, Yusril pun
masih sempat mencuit di Twitter. Isinya tentang pesimismenya tentang pemilu di
Indonesia.

Laman http://www.madridinternationalfilmfestival.com/ menyebutkan, Yusril bersaing dengan Salome Demuria
pemeran film Cholchu, Emanuele Cerman (In The Name of Satan), Juan Carlos
Montoya (The Knife of Don Juan), Masayuki Deai (Dreams and Illusions), Frederic
Landenberg (Sam), dan Alberto Bucco (Venis is Saved).

Film Legend of the
East
bercerita tentang seorang pelayan bernama Zheng He (diperankan Yusril Ihza
Mahendra) yang mengabdi saat kekaisaran Tiongkok  dikuasai Dinasti Ming berada di
puncak konflik perebutan kekuasaan. Zheng menjadi pelayan setia sang pangeran
dan membantu pangeran merebut kembali tahta dari para pemberontak.

“Demokrasi di negeri kita hanyalah semu belaka. Kekuatan dan uang
bemain di belakangnya. Saya milih gak ikut2an deh. Diam aja.Bagi yang masih
percaya pemilu di negeri kita, silahkan. Saya sudah alami krisis kepercayaan,”
tulis Yusril di akun Twitternya.
Sebenarnya
Yusril Ihza Mahendra  sejak akhir Febuari 2014 lalu dikabari bahwa dirinya
menjadi salah satu pemeran yang dinominasikan sebagai aktor terbaik untuk
kategori Best Lead Actor in a Foreign Language Film atau pemeran utama terbaik
dalam film berbahasa asing di Festival Film Madrid dalam  Legend of the East.

Di Indonesia, Zeng He (1371-1443) lebih dikenal dengan Cheng
Ho atau Laksanaman Cheng Ho dan pernah melakukan ekspedisi ke Nusantara. Ia
juga dikenal sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Jejak peninggalan Cheng
Ho hingga sekarang masih terawat dengan baik. Antara lain di Kota Surabaya dan
Palembang.

Beberapa waktu lalu, melalui akun twitternya  menjelaskan bahwa Legend of The East sebenarnya
merupakan versi layar lebar dari versi film drama kolosal yang di Indonesia
ditayangkan beberapa tahun lalu berjudul Laksamana Cheng Ho. (Dewira)

Loading...